Mamuju, Mesakada.com — Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) hampir setiap hari dikeluhkan warga di Mamuju. Seorang warga berinisial MI mengaku harus menghabiskan sekitar 2 liter bensin hanya untuk berkeliling mencari tabung gas subsidi di Mamuju.
MI mengatakan dirinya mulai mencari gas sejak pagi, namun hampir seluruh kios dan pengecer yang didatanginya mengaku kehabisan stok.
“Keliling hampir satu kota cari gas. Bensin habis sekitar 2 liter baru dapat,” ujar MI, Jumat (29/5/2026).
Ironisnya, setelah susah payah mencari, MI akhirnya mendapatkan satu tabung elpiji 3 kilogram di sebuah kios dengan harga mencapai Rp40 ribu per tabung. Harga tersebut jauh di atas harga normal maupun Harga Eceran Tertinggi (HET).
Menurutnya, kondisi ini bertolak belakang dengan pernyataan pihak pemerintah dan Pertamina yang sebelumnya menyebut stok elpiji di Mamuju dalam kondisi aman.
“Katanya stok aman, tapi kenyataannya masyarakat susah sekali dapat gas. Kalau pun ada, harganya sudah tidak masuk akal,” tambahnya.
MI juga menyoroti adanya oknum kios yang diduga memanfaatkan situasi kelangkaan untuk meraup keuntungan lebih besar dengan menjual gas subsidi di atas harga normal.
Kelangkaan elpiji 3 kilogram di Mamuju sendiri sebelumnya juga telah banyak dikeluhkan masyarakat. Harga di tingkat pengecer bahkan dilaporkan menembus Rp40 ribu akibat sulitnya pasokan di lapangan. (*)







