Mamuju, Mesakada.com – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), mengklaim Kabupaten Mamuju berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 7,15 persen pada 2024 menjadi 6,19 persen pada 2025. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan yang terus dijaga menjelang usia ke-486 Kabupaten Mamuju.
Pernyataan itu disampaikan SDK saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Jadi ke-486 Kabupaten Mamuju. Ia menyebut perjalanan hampir lima abad menjadi bukti ketangguhan sejarah, kekuatan budaya, serta semangat masyarakat Mamuju dalam membangun daerah.
“Perjalanan 486 tahun bukanlah rentang waktu yang singkat. Ini menjadi momentum untuk merenungi perjalanan panjang sekaligus mensyukuri berbagai capaian pembangunan yang telah diraih,” kata SDK, saat menjadi inspektur upacara Hari Jadi Mamuju, di Kantor Bupati Mamuju, Selasa (14/7/2026).
Ia mengaku memiliki ikatan emosional dengan Kabupaten Mamuju karena pernah mengabdikan diri di daerah tersebut.
“Bumi Manakarra bukan hanya wilayah administratif tempat saya mengabdi, tetapi saya adalah bagian dari sejarah perjalanan Mamuju. Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya,” ujarnya.
SDK memaparkan, perekonomian Mamuju sepanjang 2025 tumbuh di atas 4 persen dengan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap produk domestik regional bruto (PDRB). Di sisi lain, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga meningkat hingga lebih dari Rp148 miliar melalui optimalisasi penerimaan dari sektor rumah makan dan perhotelan.
Menurutnya, kinerja ekonomi tersebut turut berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Meski sempat mengalami inflasi 6,9 persen pada Januari 2026, kondisi itu berhasil dikendalikan hingga Maret 2026 dengan mencatatkan deflasi 0,54 persen dan inflasi tahunan turun menjadi 3,8 persen.
“Dari aspek kesejahteraan sosial, keberhasilan Mamuju menurunkan angka kemiskinan dari 7,15 persen pada 2024 menjadi 6,19 persen pada 2025 merupakan capaian yang patut disyukuri. Kita berharap pada 2026 angka kemiskinan kembali turun dengan dukungan anggaran sebesar Rp363 miliar untuk berbagai program pengentasan kemiskinan,” tutur SDK.
Ia berharap seluruh elemen pemerintah dan masyarakat terus menjaga sinergi agar pembangunan di Kabupaten Mamuju semakin merata dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat. (*)





