Warga Karossa dan Kalukku Barat Kepung Kantor Gubernur Sulbar, Disambut Water Canon, Pentungan dan Tameng Polisi

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Ratusan warga dari Desa Karossa dan Desa Kalukku Barat mengepung Kantor Gubernur Sulbar, Senin 5 Mei. Mereka menuntut pencabutan izin tambang pasir yang dikeluarkan kepada dua perusahaan yakni PT Alam Sumber Rezeki dan PT Jaya Pasir Andalan.

Meski dihadang aparat kepolisian lengkap dengan tameng, gas air mata, dan water canon, massa tetap bertahan. Guyuran air water canon aparat tak menyurutkan semangat warga yang memperjuangkan ruang hidup mereka.

Aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 WITA itu berlangsung di depan gerbang utama Kantor Gubernur Sulbar. Awalnya berlangsung damai, suasana memanas saat aparat mencoba membubarkan massa yang berusaha masuk ke halaman kantor. Bentrok fisik pun tak terhindarkan.

Aparat menggunakan pentungan dan semprotan water canon, sementara warga bertahan dengan kekuatan tubuh mereka. Aksi saling dorong tak terelakkan, hingga gerbang kantor berhasil didobrak dan massa masuk ke halaman kantor gubernur.

“Kami tidak punya tempat lain selain kampung kami,” tegas Aminuddin, warga Karossa.

Aminuddin mengaku dipecat dari jabatannya sebagai Kepala Dusun setelah ikut menolak kedatangan kapal milik PT Alam Sumber Rezeki dua bulan lalu.

Kemarahan warga semakin memuncak setelah mengetahui bahwa Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), dan Wakil Gubernur Salim S Mengga tidak berada di tempat. Keduanya tengah berada di Jakarta untuk menghadiri pertemuan dengan sejumlah menteri bersama enam bupati se-Sulbar.

“Kami datang jauh-jauh dari kampung dengan harapan bisa bertemu langsung dengan pemimpin kami. Tapi justru tidak ada satu pun yang menemui kami,” kata salah satu warga dalam orasi lanjutan.

Aksi ini menjadi penegas bahwa penolakan tambang pasir bukan sekadar reaksi sesaat, melainkan perlawanan panjang demi mempertahankan tanah dan laut yang menjadi sumber kehidupan warga. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.