Mamuju, Mesakada.com — Ratusan warga menyerbu pasar murah yang digelar Pemkab Mamuju. Seluruh stok bahan pokok yang disediakan pemerintah ludes terjual hanya dalam waktu dua jam.
Pasar murah tersebut digelar di Lapangan Ahmad Kirang, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Jumat (22/5/2026). Stok yang tersedia habis karena tingginya antusiasme masyarakat menjelang Hari Iduladha 1447 Hijriah.
Sejak pukul 07.30 WITA, area pasar murah sudah dipadati warga yang didominasi emak-emak. Mereka terlihat berdesak-desakan di depan meja pelayanan sambil berebut menyerahkan kupon dan uang pembayaran kepada petugas demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari pasaran.
Komoditas yang paling banyak diburu warga antara lain beras SPHP, minyak goreng, telur, cabai, bumbu dapur, hingga gas elpiji 3 kilogram bersubsidi. Bahkan sejumlah warga rela mengantre di bawah terik matahari sambil mengenakan helm agar tidak kehabisan stok.
Di dalam stan pelayanan, petugas dari Dinas Ketahanan Pangan tampak kewalahan membongkar karung beras, krat telur, serta kardus minyak goreng untuk memenuhi antrean warga yang terus membludak.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Mamuju, Muhammad Akbar mengatakan, pasar murah tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai langkah antisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat bagus. Kami menyediakan kebutuhan sesuai dengan apa yang menjadi keperluan menjelang Hari Raya Idul Adha,” ujar Akbar saat ditemui di lokasi.
Dalam operasi pasar itu, pemerintah menyediakan sedikitnya 300 sak beras SPHP dan enam karton tepung terigu, ditambah sejumlah komoditas pelengkap lainnya. Namun hampir seluruh barang yang dibawa habis diserbu warga tanpa sisa.
Menurut Akbar, sistem kupon sengaja diterapkan untuk menjaga ketertiban distribusi di tengah membludaknya jumlah pembeli.
“Supaya tidak semrawut, orang tidak saling rampas. Kita atur sedemikian rupa supaya semua orang terlayani dan mendapat bagian,” katanya.
Pemerintah juga memberikan potongan harga sekitar 10 persen dibanding harga pasar tradisional saat ini.
Melihat tingginya permintaan masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan memastikan operasi pasar murah akan kembali digelar pada Sabtu besok dengan tambahan pasokan lebih besar. Khusus gas elpiji 3 kilogram, pemerintah kembali menyiapkan 300 tabung tambahan dengan syarat pembelian wajib menggunakan KTP.(*)







