Mamuju, Mesakada.com – Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi menegaskan, komitmennya terus memperkuat layanan kesehatan sebagai salah satu sektor prioritas pembangunan daerah. Komitmen tersebut disampaikan saat kegiatan rapat koordinasi terkait perencanaan dan penganggaran bidang kesehatan.
Sutinah mengakui masih terdapat berbagai tantangan dalam penyelenggaraan layanan kesehatan. Karena itu, ia menilai diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan agar kualitas layanan kepada masyarakat terus meningkat.
Menurutnya, melalui pendampingan tersebut, Pemkab Mamuju berharap memperoleh arahan dan solusi yang konstruktif untuk memperkuat perencanaan, pelaksanaan, penganggaran, hingga monitoring dan evaluasi program kesehatan. Dengan demikian, pemanfaatan anggaran bidang kesehatan dapat berjalan lebih efektif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah, mulai dari Bapperida, BPKAD, Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, hingga seluruh pemangku kepentingan agar mengikuti proses pendampingan secara aktif, terbuka, dan kolaboratif.
Sutinah memastikan pemerintahannya akan menindaklanjuti setiap rekomendasi yang dihasilkan dari kegiatan pendampingan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Mamuju. Langkah itu diharapkan mampu mendorong tercapainya target pembangunan kesehatan dan peningkatan indeks kesehatan daerah secara berkelanjutan.
Ia berharap pendampingan tersebut juga dapat memperkuat dukungan anggaran bagi sektor kesehatan di Kabupaten Mamuju. Menurutnya, kebutuhan pembiayaan yang memadai sangat penting agar berbagai program pelayanan kesehatan dapat berjalan secara optimal.
“Saya berharap dengan pendampingan ini pemkab mamuju bisa mendapat porsi anggaran agar bagaimana layanan kesehatan di Mamuju bisa ditingkatkan,” kata Sutinah, di Kantor Bupati Mamuju, Senin (6/7/2026).
Bupati menegaskan sejak awal kepemimpinannya, sektor kesehatan bersama pendidikan telah ditetapkan sebagai dua sektor dasar yang menjadi prioritas utama pembangunan Mamuju. Namun, dalam dua tahun terakhir Pemkab Mamuju menghadapi tantangan akibat kebijakan efisiensi anggaran yang membuat sejumlah program belum dapat dijalankan secara maksimal.
“Kami Kabupaten Mamuju dari awal berkomitmen bagaimana sektor dasar seperti kesehatan dan pendidikan itu menjadi sektor utama kami dalam membangun Mamuju. Hanya memang di dua tahun terakhir ini kami menghadapi efisiensi anggaran yang sangat terbatas sehingga ada beberapa program yang belum bisa dijalankan,” ujar Sutinah.
Ia juga menegaskan akses layanan kesehatan menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak akan berarti jika masyarakat masih kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan karena kendala biaya. Karena itu, pembiayaan BPJS Kesehatan tetap menjadi prioritas dalam alokasi anggaran daerah.
“Sektor kesehatan itu sangat penting. Buat apa jalan yang bagus kalau masyarakatnya ke rumah sakit harus membayar atau takut ke rumah sakit. Karena itu, sejak awal pemerintahan sampai tahun ini BPJS Kabupaten Mamuju selalu menjadi prioritas. Alhamdulillah hampir tidak ada keluhan masyarakat yang tidak dilayani karena tidak memiliki BPJS. Saat ini sekitar 98 persen masyarakat Mamuju sudah ditanggung pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten,” pungkasnya. (ajs)






