Seorang Nenek di Kalukku Tinggal di Gubuk Reyot, Nurjannah: Banyak Datang Ambil Gambar dan Hanya Janji Berikan Bantuan

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Seorang nenek berusia 70 tahun di Lingkungan Labuang, Kelurahan Sinyonyoi Selatan, Kecamatan Kalukku, Mamuju, tak mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Nenek yang diketahui bernama Nurjannah itu tinggal di gubuk reyot yang terbuat dari terpal dan beralas seadanya. Gubuk itu ia bangun usai rumahnya ambruk karena gempa bumi, pada Jumat 15 Januari 2021, silam.

Ia memiliki tiga anak namun dua anak lainya sudah berkeluarga, sedangkan satu anak laki-lakinya tinggal bersama Nurjannah di dalam gubuk.

Kondisi rumah Nurjannah cukup memperihatinkan karena hanya berdinding terpal dan kain sarung. Gubuk nenek ini tidak jauh dari Bandara Tampa Padang Mamuju.

Tendanya sudah banyak yang bolong sehingga saat angin kencang dan hujan deras gubuk ini digenangi air. Di dalam gubuk yang sempit ini hanya terdapat tumpukan kain, bantal dan kasur yang sudah kusam. Sangat tidak layak untuk dihuni oleh manusia.

Nenek Nurjannah juga tidak memiliki kelambu, sehingga tidur dirinya harus menahan gigitan nyamuk.NKarena gubuknya kecil, Nenek Nurjannah membuat dapur di depan gubuknya tempat untuk ia memasak.

“Iya sudah lama tinggal di sini sudah empat tahun. Pas kejadian gempa rumah saya rusak (rata dengan tanah). Jadi saya dibuatkan tenda (gubuk),” kata Nurjannah.

Ia mengaku, selama tinggal di gubuk Nurjannah memang kerap dikunjungi oleh pihak yang mengaku dari pemerintah, namun kata dia mereka hanya datang mengambil gambar, lalu pergi.

Menurutnya, mereka yang datang berkunjung ke gubuk reyot miliknya, tidak pernah lagi kembali setelah menjanjikan bantuan. “Ada datang sesekali (memberi sembako) lalu foto dan mereka pergi. Hanya dijanji saja,” ungkapnya.

Sehari-hari Nenek Nurjannah pergi mencari kapuk (kapas) untuk dibuat bantal lalu dijual. Itu pun dengan usia yang sudah renta dirinya kini tidak kuat lagi.

Ia juga mengharap hasil dari anak laki-lakinya yang setiap hari berprofesi sebagai tukang ojek. “Ya kalau ada lagi hasil ojeknya anakku itu lagi dipakai beli beras,” kata Nurjannah.

Sementara itu mantan Kepala Lingkungan Labuang Darling mengatakan, waktu gempa 2021 lalu rumah nenek Nurjannah roboh atau rata dengan tanah sehingga dia sudah sekitar empat tahun tinggal di gubuk seperti ini.

“Sudah lama seperti ini kasian, pernah ada datang dari Dinas Sosial (Dinsos) sudah di foto juga waktu itu dan mereka berjanji mau bantu. Tapi sampai sekarang belum ada datang,” pungkasnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.