Mamuju, Mesakada.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar terus memacu pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) menjelang berakhirnya masa pencacahan pada 31 Agustus 2026. Hingga awal Agustus, progres pendataan SE2026 di Sulbar telah mencapai 93 persen dari daftar awal atau prelist. Artinya, masih terdapat sekitar 7 persen sasaran yang harus dikejar agar seluruh unit usaha dan rumah tangga dapat tercatat.
Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani mengatakan, capaian tersebut terus bergerak seiring dengan upaya petugas menyelesaikan pendataan di lapangan.
“Memang ada beberapa kecamatan yang progresnya sudah di atas 100 persen dari prelist, tetapi ada juga yang belum. Kita terus berprogres karena waktu pencacahan ini sampai akhir Agustus 2026,” ujar Suri saat melakukan supervisi lapangan di Mamuju, Jumat (7/8/2026).
Untuk mengejar sisa target, BPS Sulbar menerapkan strategi jemput bola dengan mendatangi langsung pelaku usaha. Salah satunya dilakukan pada sektor perbankan melalui pendampingan pengisian instrumen SE2026 di Bank Sinarmas Cabang Mamuju.
Khusus usaha besar, proses pendataan dilakukan menggunakan metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI). Menurut Suri, pendampingan diperlukan untuk memastikan responden memahami konsep dan instrumen sensus sehingga data yang disampaikan sesuai dengan kondisi usaha.
“Pada kesempatan ini kami hadir di Bank Sinarmas untuk melakukan finalisasi pendataan. Kalau usaha besar, mode pendataannya menggunakan fasilitas CAWI,” jelasnya.
BPS Sulbar juga mengembangkan program Ngisi Bareng (Ngibar) untuk memudahkan pelaku usaha melakukan pengisian data secara mandiri melalui sistem berbasis web dengan tetap mendapatkan pendampingan dari petugas.
Upaya tersebut mendapat dukungan dari sektor swasta. Kepala Bank Sinarmas Cabang Mamuju, Henry, menyatakan pihaknya kooperatif dalam memenuhi kebutuhan data sensus sesuai ketentuan.
“Kami sangat menyambut kunjungan dan pendampingan ini. Kami kooperatif memberikan data sesuai ketentuan dan berharap kerja sama ke depan terjalin lebih baik,” katanya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfopers) Sulbar, Ridwan Djafar memastikan pemerintah provinsi terus mendukung kelancaran pelaksanaan sensus hingga batas waktu pencacahan.
Menurutnya, kenyamanan petugas dan responden menjadi salah satu hal penting agar proses pendataan berjalan optimal dan menghasilkan data yang berkualitas.
Suri menegaskan, partisipasi masyarakat dan pelaku usaha sangat menentukan kualitas hasil SE2026. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi fondasi bagi pemerintah dalam memetakan karakteristik pelaku usaha, menentukan prioritas pembangunan, serta menyusun kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Karena itu, BPS Sulbar kini memanfaatkan sisa waktu hingga 31 Agustus untuk mengejar sekitar 7 persen pendataan yang belum rampung, dengan target seluruh sasaran dapat tercatat secara maksimal. (*)







