Jakarta, Mesakada.com – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), menemui Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman. Dalam pertemuan tersebut, SDK memaparkan kondisi UMKM Sulbar sekaligus menawarkan sejumlah program hilirasi kakao dan jagung jadi pakan ternak.
SDK mengusulkan sejumlah program hilirisasi sektor pertanian guna meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Sulbar.
“Saya juga mengajukan beberapa program hilirisasi sektor pertanian, seperti pengolahan kakao dan pengolahan jagung menjadi pakan ternak,” kata SDK, saat bertemu menteri di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Menurut SDK, menteri UMKM memberikan berbagai masukan terkait pengembangan UMKM dan menyatakan komitmen untuk membantu usulan tersebut melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2026 maupun alokasi anggaran tahun 2027.
“Beliau banyak memberi petunjuk dan akan membantu melalui APBN-P atau pada tahun 2027,” ungkapnya.
Dalam pertemuan itu, SDK juga bercerita santai mengenai pengalaman saat sama-sama bertugas di DPR RI sebelum kini masing-masing mengemban amanah sebagai gubernur dan menteri.
“Pertama kami berbincang soal pengalaman saat di DPR RI dibandingkan sekarang menjadi menteri dan gubernur. Setelah itu saya melaporkan kondisi UMKM Sulbar sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi yang selama ini juga banyak didukung Bank Indonesia, lembaga lainnya, termasuk melalui program KUR,” ujar SDK.
Dalam paparannya, SDK menjelaskan Sulbar memiliki 24.363 unit usaha mikro dan kecil serta 375 usaha menengah yang didominasi sektor pengolahan makanan dan tekstil. Namun, sebagian besar pelaku UMKM masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari rendahnya legalitas usaha, keterbatasan sarana produksi, hingga minimnya kemitraan formal.
Salah satu usulan yang disampaikan juga yakni revitalisasi Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT-KUMKM) Sulbar di Mamuju yang mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi tahun 2021. Pemprov Sulbar berharap dukungan Kementerian UMKM agar gedung tersebut kembali difungsikan sebagai pusat konsultasi, pelatihan, kurasi produk, uji mutu, hingga etalase produk unggulan daerah.
Selain itu, Pemprov Sulbar juga mengusulkan bantuan mesin pengolahan kakao, kopi, kelapa, aren, dan hasil perikanan, pembangunan rumah produksi tenun, pengembangan industri pakan ternak, pelatihan peningkatan kualitas produk, serta fasilitasi sertifikasi SNI, Halal, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk meningkatkan daya saing UMKM. (*)





