Mamuju, Mesakada.com — Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) mengakui pembangunan di Indonesia, termasuk Sulbar, belum sepenuhnya dapat dinikmati seluruh masyarakat. Masih terdapat daerah yang membutuhkan perbaikan infrastruktur dasar, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga sarana pembangunan lainnya.
Menurut SDK, kondisi tersebut menjadi pekerjaan bersama pemerintah mulai dari tingkat pusat hingga desa. Pemerataan pembangunan dinilai penting agar masyarakat di wilayah yang masih tertinggal dapat merasakan manfaat pembangunan secara lebih nyata.
“Sesungguhnya mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, bahkan pemerintah yang paling rendah sekalipun memahami benar bahwa pembangunan belum seluruhnya dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata SDK, dalam sambutannya pada malam resepsi kenegeraan di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, Senin (17/8/2026).
Ia mengatakan, ketimpangan pembangunan masih terlihat. Di satu sisi terdapat daerah yang telah berkembang, namun di sisi lain masih ada wilayah yang membutuhkan perhatian serius untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Ada daerah yang memang sudah maju, tapi ada daerah juga yang belum mampu kita perbaiki jalannya, kita bangun fasilitas kesehatannya, kita bangun fasilitas pendidikannya, dan sarana pembangunan yang lainnya,” ujarnya.
SDK menegaskan pemerintah menyadari kondisi tersebut. Karena itu, pembangunan harus dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan kesabaran, persatuan dan kolaborasi lintas pemerintahan.
“Dengan kesabaran dan persatuan kita, tentunya juga mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten sampai desa sungguh-sungguh ingin menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut,” katanya.
Salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian pemerintah, lanjutnya, adalah kemiskinan. Ia mengakui masih banyak masyarakat yang belum menikmati tingkat kesejahteraan yang layak.
“Termasuk bagaimana kita mengentaskan kemiskinan. Kita sadar bahwa masih banyak masyarakat kita yang jauh dari kesejahteraan,” ucapnya.
Dalam upaya mempercepat pemerataan pembangunan, Suhardi Duka juga menyinggung komitmen pemerintah pusat untuk membangun dan merehabilitasi berbagai infrastruktur dasar.
Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan beberapa hari sebelumnya telah menyampaikan rencana pembangunan dan rehabilitasi puluhan ribu puskesmas, sekolah, jembatan dan jalan yang selama ini belum dapat dinikmati secara optimal oleh masyarakat.
“Baik masyarakat yang berada di 3T maupun masyarakat kita di Sulawesi Barat ini,” ujarnya.
SDK mengatakan Pemprov Sulbar juga telah menyampaikan kebutuhan pembangunan infrastruktur kepada pemerintah pusat, khususnya terkait ratusan jembatan yang masih membutuhkan penanganan.
“Kami gubernur pun juga telah menyampaikan kepada pemerintah pusat berapa ratus jembatan untuk bisa kita bangun bersama-sama dengan TNI Polri dan seluruh stakeholder yang lainnya,” pungkasnya. (*)






