Mamuju, Mesakada.com – Sandeq Silumba 2026 mencatat sejarah baru dengan jumlah peserta mencapai 80 perahu, menjadi jumlah peserta terbanyak sejak ajang Sandeq Digelar. Besarnya jumlah peserta sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara dalam mengatur seluruh kebutuhan teknis perlombaan.
Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba, Syamsul Samad mengatakan, persiapan pelaksanaan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Panitia kini mematangkan berbagai kebutuhan teknis menjelang pembukaan pada Jumat (25/9/2026) sore di Rest Area Palipi, Kabupaten Majene.
“Untuk Sandeq Silumba 90 persen. Kita bersiap menuju pembukaan Sandeq Silumba pada Jumat 25 September, sore, di area Rest Area Palipi, kita gelar pembukaan,” kata Syamsul, saat diwawancarai usai pelaksanaan upacara Hari Jadi Sulbar ke 22, di Kantor Gubernur Sulbar, Selasa (22/9/2026).
Menurut Syamsul, tantangan utama bukan hanya soal anggaran, tetapi bagaimana mengatur 80 perahu dan ratusan passandeq yang terlibat dalam rangkaian perlombaan.
“Ini ada kerumitan sendiri. Makanya kita coba, semoga sukses. Sehingga tahun depan kita tidak khawatir lagi kalau animo masyarakat tinggi dan perahu peserta banyak,” ujarnya.
Ia menyebut, jumlah 80 perahu menjadi catatan penting dalam penyelenggaraan tahun ini karena merupakan jumlah peserta terbanyak sepanjang pelaksanaan Sandeq. Kondisi tersebut membuat kebutuhan koordinasi, pengaturan peserta hingga teknis perjalanan menjadi lebih rumit.
“Kalau soal anggaran insya Allah kita bisa konsolidasi. Tapi ini soal teknis, banyak peserta itu ribet mengurusnya,” katanya.
Meski demikian, penyelenggara tetap menargetkan Sandeq Silumba 2026 berjalan sukses. Hak para passandeq juga telah diberikan, termasuk uang tunai dan baju lomba.
Setelah pembukaan pada Jumat sore, para passandeq akan dilepas Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) pada Sabtu pagi menuju Pamboang. Dari Pamboang, peserta melanjutkan perjalanan menuju Polewali.
Rangkaian Sandeq Silumba 2026 selanjutnya dijadwalkan ditutup oleh Gubernur Sulbar bersama Kementerian Pariwisata. (*)





