Wonomulyo, Mesakada.com – Harga ikan laut di Pasar Tradisional Wonomulyo, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), melonjak dalam lima bulan terakhir. Kondisi ini terjadi seiring menurunnya pasokan ikan akibat cuaca buruk, angin kencang, dan gelombang tinggi yang membuat nelayan mengurangi aktivitas melaut.
Salah seorang pedagang ikan, Hasmia mengatakan, pasokan ikan laut saat ini lebih sedikit dibandingkan kondisi normal. Menurutnya, cuaca menjadi salah satu faktor yang membuat nelayan kesulitan melakukan penangkapan ikan.
“Kalau ini sekarang kurang ikan karena pengaruh cuaca, ditambah lagi dengan besar ombak,” ujar Hasmia kepada Mesakada.com, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung sekitar lima bulan. Selain angin kencang dan gelombang besar, kemarau juga turut memengaruhi ketersediaan ikan yang masuk ke pasar.
“Berapa bulan mi ini ikan agak susah. Ada mi lima bulan begini,” ungkapnya.
Menurunnya pasokan kemudian berdampak pada harga jual. Hasmia mengatakan ikan yang sebelumnya dapat dibeli masyarakat dengan harga sekitar Rp25 ribu per ekor, kini harganya bisa mencapai Rp50 ribu.
“Saya ambil di Majene dengan harga Rp35 ribu, dijual mi dengan harga Rp40 ribu sampai Rp50 ribu,” katanya.
Hasmia menjelaskan, ikan yang dijualnya diperoleh dari pengepul yang memasok hasil tangkapan nelayan. Untuk ikan berukuran sedang, ia harus membeli dengan harga sekitar Rp35 ribu per ekor.
Kenaikan harga di tingkat pemasok tersebut membuat pedagang harus menyesuaikan kembali harga jual kepada konsumen. Kondisi ini menunjukkan dampak cuaca buruk mulai terasa pada aktivitas nelayan hingga perdagangan ikan di pasar.
Angin kencang dan gelombang tinggi membuat nelayan lebih jarang melaut sehingga pasokan ikan menjadi terbatas. Berkurangnya hasil tangkapan tersebut kemudian berdampak pada harga yang harus dibayar masyarakat sebagai konsumen. (ifn/ajs)





