Mamuju, Mesakada.com — Bayar pajak kendaraan di Mamuju kini tak hanya lebih mudah, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk membawa pulang paket sembako. Kesempatan tersebut hadir dalam Pekan QRIS Maradika 2026 yang digelar di Mall Matos Mamuju, 8–15 Agustus 2026.
Masyarakat yang membayar pajak kendaraan melalui QRIS berkesempatan mendapatkan paket sembako yang disiapkan melalui kolaborasi Bank Indonesia dan Bulog.
Pada hari pertama pelaksanaan, Sabtu (8/8/2026), Samsat Mamuju melayani pembayaran pajak sebanyak 16 kendaraan. Rinciannya, dua kendaraan roda empat dan 14 kendaraan roda dua, dengan total penerimaan pajak mencapai Rp 8.978.500.
Setiap harinya, disiapkan 50 paket sembako bagi masyarakat yang melakukan pembayaran pajak kendaraan menggunakan QRIS. Paket tersebut masing-masing berisi 2 liter minyak goreng dan 2 kilogram gula pasir.
Kepala UPTD Pelayanan Pajak Mamuju, Rosianah M. Nadir, mengatakan program tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam pelayanan Samsat selama Pekan QRIS Maradika.
“Alhamdulillah, pada hari pertama kami melayani 16 kendaraan, terdiri dari 2 kendaraan roda empat dan 14 kendaraan roda dua, dengan total penerimaan Rp8.978.500. Kami berharap masyarakat terus memanfaatkan kesempatan ini untuk membayar pajak kendaraannya,” ujar Rosianah.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam menyelesaikan kewajiban pajak kendaraan, tetapi juga berkesempatan memperoleh paket sembako selama persediaan yang disiapkan masih tersedia.
Layanan Samsat Mamuju di Mall Matos melayani pembayaran pajak kendaraan tahunan sekaligus pengesahan STNK. Pelayanan dibuka cukup panjang, yakni mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WITA.
Kepala Bapenda Sulawesi Barat, Abdul Wahab Hasan Sulur, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang mudah, cepat, aman, dan mengikuti perkembangan digitalisasi.
Masyarakat Mamuju masih memiliki kesempatan memanfaatkan layanan tersebut hingga 15 Agustus 2026. Dengan membayar pajak kendaraan menggunakan QRIS, masyarakat dapat menyelesaikan kewajibannya sekaligus berkesempatan membawa pulang paket sembako. (*)







