Mamuju, Mesakada.com – Di tengah maraknya jajanan modern, camilan tradisional khas Mamuju bernama Sakko-sakko masih bertahan dan tetap diminati masyarakat. Camilan ini masih bisa ditemukan di Desa Bambu, Kecamatan Mamuju.
Sakko-sakko dikenal sebagai jajanan sederhana dengan cita rasa manis. Bahannya berasal dari campuran gula pasir, gula merah, kelapa parut, dan ubi, lalu dikemas secara unik menggunakan gulungan kertas.
Salah seorang penjual sakko-sakko di Desa Bambu, Hadariah mengaku tetap mempertahankan usaha tersebut karena sudah dijalani sejak lama. Ia melanjutkan tradisi berjualan camilan jadul yang sudah dikenal lintas generasi.
“Dari dulu memang jualan ini. Alhamdulillah masih ada yang cari,” kata Hadariah, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, permintaan Sakko-sakko hingga kini masih tergolong tinggi. Dalam sehari, ia bahkan bisa menerima pesanan hingga Rp 100 ribu.
Camilan ini dijual dengan harga yang sangat terjangkau, yakni Rp 1.000 per bungkus, sehingga tetap menjadi pilihan masyarakat, terutama anak-anak hingga orang dewasa yang ingin bernostalgia dengan rasa masa lalu.
Keberadaan Sakko-sakko menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat di tengah perubahan zaman, sekaligus menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal yang patut dilestarikan. (ajs)






