Mamasa, Mesakada.com – Rumah Sakit Banua Mamase (RSBM) menggelar rapat akhir tahun yang dihadiri langsung Ketua Umum Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Toraja Mamasa (GTM), Deppatola Pawa, di Ruang Pola RSBM, Sabtu (20/6/2026).
Rapat tersebut dipimpin oleh Direktur Utama RSBM, dr Alfadesta Pattinasarany, yang memaparkan capaian dan kinerja rumah sakit selama periode kepemimpinannya sejak 2021 hingga 2026.
Dalam pemaparannya, dr Alfadesta mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi saat awal menjabat adalah kondisi keuangan rumah sakit yang mengalami defisit akibat dampak pandemi Covid-19.
“Memang menjadi tugas yang berat ketika pertama saya masuk. Saya mendapati RSBM dalam keadaan defisit karena dampak dari Covid. Namun berkat kerja sama yang baik dari semua unsur, masalah tersebut dapat kami atasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya pembenahan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip kerja yang konsisten, terukur, dan disiplin. Menurutnya, kolaborasi seluruh unsur rumah sakit menjadi faktor utama dalam proses pemulihan dan pengembangan layanan kesehatan.
Perkembangan RSBM selama periode 2021 hingga 2025 menunjukkan peningkatan yang signifikan di berbagai sektor. Jumlah pasien rawat inap meningkat dari 462 pasien per tahun menjadi 5.083 pasien per tahun. Sementara itu, jumlah pasien rawat jalan naik dari 5.052 pasien menjadi 15.903 pasien per tahun.
Peningkatan juga terlihat pada jumlah peserta BPJS yang dilayani, dari 1.085 peserta menjadi 7.621 peserta. Di sisi sumber daya manusia, jumlah tenaga kerja bertambah dari 41 orang menjadi 102 karyawan.
Menurut pihak manajemen, capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan RSBM, sekaligus menunjukkan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola rumah sakit.
Dengan mengusung motto “Kasih Untuk Semua”, RSBM menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang penuh kasih, berkualitas, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui berbagai pembenahan dan capaian yang telah diraih, RSBM berharap dapat terus menjadi rumah sakit yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Mamasa dan sekitarnya. (*)





