Realisasi Fisik Program Bedah Rumah Rp 20 Juta di Mamuju dan Pasangkayu Masih Nol

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) menyoroti lambannya pelaksanaan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2026. Dari total kuota 5.250 unit rumah yang diperoleh Sulbar, Kabupaten Mamuju dan Pasangkayu tercatat belum memiliki realisasi fisik sama sekali.

Sorotan itu disampaikan SDK saat memimpin rapat koordinasi percepatan BSPS di Ruang Oval Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Selasa (4/8/2026). Ia meminta seluruh pemerintah kabupaten segera mempercepat pelaksanaan agar kuota bantuan dari pemerintah pusat tidak terancam.

“Ini saya lihat bahwa masing-masing kabupaten belum bisa menyelesaikan. Utamanya Mamuju, Pasangkayu masih nol. Saya minta ini menjadi perhatian kita,” kata SDK.

Sulbar tahun ini memperoleh alokasi 5.250 unit BSPS dengan nilai bantuan Rp 20 juta per unit. Kuota tersebut terbagi untuk Majene 1.014 unit, Mamuju Tengah (Mateng) 1.050 unit, Polewali Mandar (Polman) 1.003 unit, Mamasa 706 unit, Mamuju 777 unit, dan Pasangkayu 700 unit.

SDK mengatakan, alokasi tersebut merupakan hasil upaya Pemprov Sulbar memperjuangkan tambahan bantuan dari pemerintah pusat. Awalnya Sulbar hanya memperoleh 4.000 unit, kemudian bertambah 1.250 unit sehingga total mencapai 5.250 unit.

“Kami berupaya mendapatkan alokasi dari pemerintah pusat. Alhamdulillah tahun 2026 Sulawesi Barat memperoleh sekitar 5.250 unit rumah untuk diperbaiki dengan bantuan Rp 20 juta per unit,” ujarnya.

Meski demikian, realisasi fisik baru mencapai sekitar 1.090 unit dari kuota awal 4.000 unit. Capaian itu dinilai masih jauh dari target, sementara tambahan kuota 1.250 unit juga harus segera ditindaklanjuti. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.