Mamuju, Mesakada.com — Jumlah penduduk miskin di Sulawesi Barat (Sulbar) pada 2025 mengalami penurunan, meski masih tergolong tipis. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar mencatat, persentase penduduk miskin hanya turun 0,80 poin persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Sulbar, M. La’bi, mengungkapkan jumlah penduduk miskin pada 2025 tercatat 152,31 ribu jiwa, menurun dari 162,19 ribu jiwa pada 2024. Secara persentase, angka kemiskinan turun dari 11,21 persen menjadi 10,41 persen.
“Secara absolut, penurunan jumlah penduduk miskin terjadi pada daerah perdesaan yang pada tahun 2024 tercatat sebanyak 134,95 ribu jiwa penduduk miskin, menurun menjadi 127,60 ribu jiwa pada tahun 2025,” ujar M. La’bi, dalam rilisnya.
Ia menjelaskan, di wilayah perkotaan, jumlah penduduk miskin turun dari 27,24 ribu jiwa menjadi 24,71 ribu jiwa.
Meski terjadi penurunan, pola distribusi kemiskinan di Sulawesi Barat masih belum berubah. Persentase penduduk miskin di wilayah perdesaan tetap lebih tinggi dibandingkan perkotaan. Pada 2025, tingkat kemiskinan perdesaan tercatat 10,94 persen, sedangkan perkotaan 8,35 persen.
“Jika dilihat menurut daerah, pola distribusi persebaran penduduk miskin masih sama, yaitu persentase penduduk miskin di daerah perdesaan jauh lebih besar daripada daerah perkotaan,” ungkapnya.
Menurut La’bi, penanganan kemiskinan tidak hanya diukur dari penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin, tetapi juga dari kedalaman dan keparahan kemiskinan. Pada 2025, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) tercatat menurun dari 1,85 menjadi 1,71. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) turun dari 0,45 menjadi 0,41.
Ia menambahkan, nilai P1 dan P2 di wilayah perkotaan masih lebih rendah dibandingkan perdesaan. Hal ini mengindikasikan bahwa tantangan kemiskinan di Sulawesi Barat masih lebih berat di wilayah perdesaan dan membutuhkan kebijakan yang lebih terarah serta berkelanjutan. (*)







