Mamuju, Mesakada.com – PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau PT PERMINAS bersama Pemerintah Desa Takandeang menggelar sosialisasi rencana eksplorasi Logam Tanah Jarang (LTJ) di Desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Takandeang itu dihadiri masyarakat setempat, perangkat desa, tokoh adat, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Sosialisasi digelar setelah PT PERMINAS memperoleh Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi di Blok Takandeang.
Izin tersebut menjadi dasar bagi perusahaan untuk melakukan penelitian dan pengumpulan data terkait potensi Logam Tanah Jarang (LTJ) di wilayah tersebut. Namun, kegiatan yang dilakukan masih berada pada tahap eksplorasi atau penelitian awal dan belum merupakan kegiatan penambangan maupun produksi.
Dalam tahap ini, kegiatan yang dilakukan antara lain pengelolaan dan pengumpulan data untuk mengamati kondisi tanah dan batuan. Penelitian tersebut bertujuan mengetahui jumlah, jenis, serta kandungan mineral yang terdapat di wilayah eksplorasi.
Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan informasi mengenai rencana kegiatan, lokasi, tahapan pekerjaan, hingga potensi dampak dan manfaat dari kegiatan eksplorasi.
Masyarakat juga diberi ruang untuk menyampaikan pertanyaan, saran, maupun hal-hal yang membutuhkan penjelasan terkait rencana eksplorasi.
Sekretaris Dinas ESDM Sulbar, Alexander Arruanpasau, mengapresiasi langkah PT PERMINAS dan Pemerintah Desa Takandeang yang melibatkan masyarakat sejak tahap awal.
“Kami dari Dinas ESDM Sulbar mengapresiasi langkah PT PERMINAS dan Pemerintah Desa Takandeang yang menginisiasi sosialisasi ini. Kehadiran kami adalah untuk memastikan masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai tahapan eksplorasi yang masih bersifat penelitian awal, sehingga tidak timbul kekhawatiran di tengah masyarakat,” ujar Alexander.
Ia berharap kegiatan eksplorasi dapat dilaksanakan secara transparan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan transparan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, serta menjadi model bagi kegiatan eksplorasi lainnya di Sulawesi Barat,” lanjutnya.
Terpisah, Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan menekankan, pentingnya sosialisasi sebagai bagian dari transparansi dalam pengelolaan sumber daya alam di Sulawesi Barat.
“Kami mendorong agar seluruh tahapan kegiatan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat, kearifan lokal, dan kelestarian lingkungan,” kata Bujaeramy.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan menjadi hal penting untuk membangun rasa memiliki sekaligus memastikan manfaat kegiatan dapat dirasakan oleh seluruh pihak.
Bujaeramy juga menegaskan, pengelolaan sumber daya mineral di Sulawesi Barat harus sejalan dengan Pancadaya yang menjadi arah pembangunan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel. (*)





