Mamasa, Mesakada.com — Keluarga almarhumah Sifa, siswa Pramuka yang menjadi korban tenggelam, memilih menempuh jalur kekeluargaan dalam menyikapi musibah yang terjadi. Polemik di tengah musibah yang menimpa Sifa kini menjadi perbincangan serius di tengah masyarakat dan keluarga almarhumah.
Berbagai isu simpang siur juga tersebar dengan cepat tanpa adanya penjelasan pasti terkait kronologi dan penyebab musibah tersebut terjadi. Menyikapi hal tersebut, Kepala Desa Aralle Utara, Andi Iswadi selaku keluarga korban, angkat bicara.
Dalam diskusi singkat bersama Bupati Mamasa Welem Sambolangi dan rombongan, yang turut disaksikan Kapolres Mamasa AKBP Ariantony Utama Bangalino, serta sejumlah tokoh masyarakat, Andi Iswadi mengatakan pihak keluarga akan mengedepankan musyawarah kekeluargaan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
“Tadi malam, kami telah melakukan musyawarah bersama segenap keluarga besar, yang di dalamnya kami membahas langkah-langkah yang akan ditempuh dalam penyelesaian permasalahan atas musibah yang menimpa anak kekasih kami Sifa,” kata Andi Iswadi.
Ia menegaskan, untuk menepis stigma negatif yang berkembang di masyarakat, pihak keluarga telah mengambil kesimpulan untuk menempuh jalur kekeluargaan.
“Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dan kebiasaan sejak turun-temurun yang diwariskan oleh orang tua sejak dulu, maka diambil kesimpulan yaitu menempuh jalur kekeluargaan dan mengedepankan urusan keadatan, untuk menepis stigma negatif yang tersebar di masyarakat,” tegas Andi Iswadi.
Menanggapi pernyataan tersebut, Bupati Mamasa Welem Sambolangi menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas langkah yang diambil pihak keluarga. Welem mengatakan, pemerintah sangat mendukung setiap langkah yang akan ditempuh keluarga dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
“Selaku pemerintah dan juga bagian daripada keluarga di tempat ini, kami sangat bangga, berterima kasih dan mengapresiasi yang sebesar-besarnya kepada segenap rumpun keluarga yang telah berbesar hati dalam penyelesaian permasalahan ini ketika mampu mengambil satu kata mufakat yaitu secara kekeluargaan,” pungkas Welem.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan contoh yang sangat bijak dan dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas, sekaligus memperkenalkan kearifan lokal yang masih dijunjung tinggi masyarakat di Kecamatan Aralle. (*)





