Majene, Mesakada.com — Pemprov Sulbar meluncurkan Gerakan Aktif Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu Atasi (GARATTA) TBC, di Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Jumat (19/6/2026).
Peluncuran yang dirangkaikan dengan pelantikan Tim GARATTA TBC Desa Bonde, Desa Bonde Utara, dan Desa Palipi Soreang tersebut menjadi langkah konkret memperkuat keterlibatan masyarakat dalam percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Sulbar.
Sekprov Sulbar, Junda menegaskan bahwa TBC tidak dapat ditangani hanya oleh sektor kesehatan. Menurutnya, penyakit tersebut berkaitan erat dengan kondisi lingkungan, perilaku hidup masyarakat, hingga faktor sosial sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
“TBC menjadi salah satu tantangan yang harus kita tangani bersama. Penyakit ini bukan hanya persoalan medis atau penularan semata, tetapi juga berkaitan dengan kondisi lingkungan, perilaku hidup masyarakat, dan faktor sosial lainnya,” kata Junda.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program penanggulangan TBC.
Menurut Junda, masyarakat tidak boleh hanya menjadi objek program kesehatan, melainkan harus menjadi subjek yang aktif terlibat dalam setiap tahapan pelaksanaan program.
“Kalau hanya Dinas Kesehatan yang bergerak, tentu akan sulit. Penanganan TBC juga membutuhkan dukungan sektor lain seperti lingkungan hidup, permukiman, pekerjaan umum, serta unsur masyarakat. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama,” ujarnya.
Junda berharap GARATTA TBC tidak berhenti sebagai proyek perubahan jangka pendek, tetapi berkembang menjadi model penanganan TBC berbasis kolaborasi yang dapat diterapkan di seluruh kabupaten di Sulawesi Barat.
“Target jangka menengah dan panjangnya adalah bagaimana GARATTA TBC bisa menjadi model yang direplikasi di seluruh kabupaten di Sulawesi Barat bahkan secara nasional,” ungkapnya.
Ia optimistis GARATTA TBC memiliki manfaat besar bagi masyarakat karena menjawab kebutuhan nyata dalam percepatan penanggulangan tuberkulosis, sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Sulawesi Barat.
Dengan peluncuran tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap keterlibatan aktif masyarakat dan tenaga kesehatan dapat memperkuat upaya pencegahan, penemuan kasus, pendampingan pasien, hingga keberhasilan pengobatan TBC di daerah. (*)





