Mamuju, Mesakada.com – Pemprov Sulbar mulai memperkuat digitalisasi layanan mutasi aparatur sipil negara (ASN) melalui peluncuran aplikasi Mauki PINDAH ASN. Inovasi yang dikembangkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sulbar ini ditujukan untuk mempermudah proses pengajuan perpindahan pegawai agar lebih sederhana, cepat, dan transparan.
Aplikasi tersebut diluncurkan dalam kegiatan Coaching Clinic Kenaikan Pangkat yang digelar di Ruang Assessment Center BKPSDM Sulbar, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini diikuti para pengelola kepegawaian perangkat daerah di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Kehadiran Mauki PINDAH ASN menjadi salah satu langkah BKPSDM dalam membenahi administrasi mutasi pegawai melalui pemanfaatan teknologi digital. Dengan sistem tersebut, proses pengajuan perpindahan ASN diharapkan dapat dikelola secara lebih terintegrasi, tertib, dan akuntabel.
Kepala Bidang Mutasi, Kepangkatan, dan Promosi BKPSDM Sulbar, Andi Ridha Rimbawan, meluncurkan sekaligus menyosialisasikan aplikasi tersebut kepada para pengelola kepegawaian perangkat daerah. Sosialisasi ini menjadi bagian penting agar mekanisme layanan mutasi berbasis digital dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal.
Kepala BKPSDM Sulbar, Herdin Ismail, mengatakan transformasi digital dalam pelayanan kepegawaian harus dibarengi peningkatan kapasitas aparatur yang menangani administrasi ASN. Dengan begitu, inovasi teknologi tidak hanya menjadi perubahan sistem, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pegawai.
“Pelayanan kepegawaian harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Melalui inovasi digital seperti Mauki PINDAH ASN, kami ingin memberikan layanan yang lebih cepat, mudah, dan akuntabel kepada ASN,” ujar Herdin.
Menurut Herdin, pengembangan layanan digital tersebut juga sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, untuk mempercepat transformasi birokrasi melalui penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengembangan kompetensi aparatur secara berkelanjutan.
Selain peluncuran aplikasi mutasi, kegiatan itu juga diisi Coaching Clinic Kenaikan Pangkat yang membahas kebijakan terbaru, periodisasi pengusulan kenaikan pangkat, serta aspek teknis administrasi kepegawaian. Materi disampaikan langsung oleh Herdin Ismail kepada para pengelola kepegawaian perangkat daerah.
Melalui Mauki PINDAH ASN, BKPSDM Sulbar berharap proses administrasi perpindahan pegawai dapat berlangsung lebih efektif dan profesional. Namun, keberhasilan digitalisasi layanan mutasi juga bergantung pada penerapan prosedur yang jelas, keterbukaan informasi, serta kepastian proses bagi ASN yang mengajukan perpindahan. (*)






