Mamuju, Mesakada.com — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU menjadi perhatian Pemkab Mamuju karena berpotensi mengganggu distribusi kebutuhan pokok dan mendorong kenaikan harga pangan. Pemkab Mamuju pun menerbitkan rekomendasi permohonan penambahan stok BBM di setiap SPBU di Mamuju.
Hal tersebut disampaikan Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi saat membuka secara resmi High Level Meeting Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Mamuju di Lantai 3 Kantor Bupati Mamuju, Kamis (17/9/2026).
Sutinah mengatakan, kondisi kelangkaan BBM terjadi di tengah musim kemarau berkepanjangan yang dipengaruhi fenomena El Nino. Kondisi tersebut dinilai semakin memberikan tekanan terhadap aktivitas masyarakat dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, antrean panjang di SPBU tidak hanya menjadi persoalan bagi pengguna kendaraan, tetapi juga dapat berdampak pada berbagai sektor, termasuk distribusi bahan pangan.
“Hal ini menjadi perhatian kita semua, utamanya pada bulan September ini terjadi lonjakan harga pangan untuk beberapa kebutuhan pokok seperti telur, cabai, ayam,” kata Sutinah.
Sutinah mengatakan, pengendalian inflasi membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, High Level Meeting (HLM) tersebut digelar untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan strategi menghadapi berbagai persoalan yang dapat memengaruhi perekonomian daerah.
“Oleh karena itu, saya mengajak kepada kita semua untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pangan dengan ketersediaan BBM,” sebut Sutinah.
Ia menyebut kondisi inflasi Mamuju sejauh ini masih berada dalam batas terkendali. Namun, menurutnya, keterjangkauan harga harus berjalan bersamaan dengan ketersediaan barang di pasaran.
“Alhamdulillah selama ini, masih dalam batas terkendali tidak tinggi dan tidak deflasi juga. Bahan-bahan pokok juga bisa terjangkau dan tersedia, karena percuma harga terjangkau, kalau bahan pokok tersebut tidak tersedia,” katanya.
Terkait antrean BBM yang meresahkan masyarakat, Sutinah mengungkapkan Pemkab Mamuju telah mengambil langkah antisipasi. Pemkab telah memberikan rekomendasi atas permohonan penambahan stok BBM untuk setiap SPBU di Mamuju.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan BBM sekaligus memastikan distribusi kebutuhan pokok tetap berjalan sehingga tekanan terhadap harga pangan dan inflasi di Mamuju dapat dikendalikan. (*)





