Mamuju, Mesakada.com – Seorang pasien lanjut usia (lansia) berusia 73 tahun kembali dapat berjalan setelah menjalani operasi pergantian sendi panggul di RSUD Provinsi Sulawesi Barat. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan layanan ortopedi RSUD Sulbar dalam menangani kasus patah tulang panggul tanpa harus merujuk pasien ke luar daerah.
Pasien berinisial NN, warga Desa Toabo, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, menjalani operasi hemiarthroplasty atau pergantian sebagian sendi panggul pada Senin (22/6/2026). Operasi dilakukan oleh dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, dr. Riko Febrian Kunta Adjie.
Sebelum menjalani operasi, pasien datang ke rumah sakit dengan kondisi tidak dapat berjalan akibat nyeri hebat pada panggul kiri setelah terjatuh.
Usai menjalani operasi dan perawatan intensif, kondisi pasien berkembang pesat. Sehari setelah tindakan, pasien mulai mampu berdiri dan berjalan secara bertahap. Pada Rabu (24/6/2026), pasien diizinkan pulang dalam kondisi jauh lebih baik.
Jika saat pertama kali datang menggunakan kursi roda, kini pasien sudah dapat berjalan sehingga diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri.
dr. Riko menjelaskan keberhasilan operasi tidak hanya bergantung pada tindakan pembedahan, tetapi juga dipengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan serta rehabilitasi pascaoperasi.
Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, mengapresiasi seluruh tim medis yang terlibat. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti RSUD Sulbar memiliki tenaga kesehatan yang kompeten dalam memberikan layanan spesialistik kepada masyarakat.
“Keberhasilan operasi ini menunjukkan bahwa RSUD Sulbar memiliki tenaga kesehatan yang kompeten dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami akan terus meningkatkan mutu layanan kesehatan sebagai bagian dari dukungan terhadap visi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan masyarakat Sulawesi Barat yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” ujar Musadri.
Ia menambahkan, RSUD Sulbar akan terus memperkuat kualitas pelayanan melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, pengembangan layanan spesialistik, serta pemanfaatan teknologi medis agar masyarakat Sulawesi Barat dapat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah. (*)







