Panitia Pastikan MTQ XI Berjalan Objektif, Juara Murni Ditentukan Nilai Peserta 

oleh

Mamuju, Mesakada.com – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XI Sulbar 2026 di Mamuju memasuki hari kedua. Panitia memastikan proses penilaian dilakukan secara profesional, objektif, dan berintegritas sehingga para juara ditentukan murni berdasarkan nilai yang diperoleh peserta.

Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Sulbar, Murdanil mengatakan, pelaksanaan pada hari pertama berjalan tanpa kendala di dua lokasi, yakni Masjid Suada dan Masjid Nurul Mutahidah. Memasuki hari kedua, perlombaan diperluas ke tiga venue dengan penambahan lokasi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju untuk cabang kaligrafi.

“Alhamdulillah saat ini sudah memasuki hari kedua pelaksanaan MTQ. Satu hari kemarin sudah berjalan dengan lancar, baik di venue Masjid Suada maupun di Masjid Mutahidah. Untuk hari ini ada tiga venue, termasuk di Kemenag Mamuju. Di sana dilaksanakan cabang lomba kaligrafi dan hanya berlangsung hari ini saja,” kata Murdanil, Selasa (30/2026).

Ia menjelaskan, seluruh rangkaian perlombaan dijadwalkan berakhir pada 1 Juli 2026. Selanjutnya, pada 2 Juli pagi, Dewan Hakim akan melakukan rekapitulasi nilai untuk menetapkan para juara di setiap cabang yang diperlombakan.

Menurut Murdanil, Pemprov Sulbar telah mempersiapkan para Dewan Hakim melalui bimbingan teknis yang dilaksanakan di Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Mamuju. Kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperbarui pemahaman terhadap regulasi penilaian yang mengalami perubahan.

“Kami melakukan persiapan melalui bimbingan teknis di dua titik, yaitu di Polewali dan Mamuju. Tujuannya agar ada kesamaan persepsi sekaligus pembaruan terhadap regulasi penilaian yang mengalami perubahan. Alhamdulillah seluruh Dewan Hakim yang bertugas sangat profesional,” katanya.

Murdanil menegaskan, profesionalisme dan integritas Dewan Hakim menjadi perhatian utama Pemprov Sulbar sesuai arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka. Ia memastikan tidak ada keberpihakan dalam proses penilaian sehingga peserta dari seluruh kabupaten memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi.

“Tentu harapan Bapak Gubernur Suhardi Duka, pelaksanaan MTQ tahun ini benar-benar menunjukkan objektivitas. Tidak ada lagi istilah peserta dinilai karena berasal dari kabupaten tertentu. Yang dijaga adalah integritas Dewan Hakim sehingga hasil yang diperoleh benar-benar berdasarkan kemampuan peserta,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Hakim MTQ XI Sulbar 2026, KH Hasan Basri, menyampaikan bahwa pelaksanaan perlombaan hingga hari kedua berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Sejumlah cabang telah menyelesaikan tahapan penyisihan, di antaranya Qira’at Murattal kategori remaja, dewasa, dan anak-anak, sedangkan cabang hafalan satu juz dan lima juz masih berlangsung karena membutuhkan waktu penilaian yang lebih panjang.

“Alhamdulillah tidak terlalu ada kendala, semua berjalan lancar. Kondisi dewan hakim pada umumnya juga sehat semua. Hanya saya sendiri yang sedikit kelelahan, tetapi pelaksanaan tetap berjalan dengan baik,” ujar KH. Hasan Basri.

Dengan sistem penilaian yang profesional, transparan, dan objektif, Pemprov Sulbar berharap MTQ XI mampu melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta terbaik yang nantinya dapat mengharumkan nama Sulbar pada ajang MTQ tingkat nasional. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.