Mamuju, Mesakada.com – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI tingkat Provinsi Sulawesi Barat 2026 resmi dibuka di Masjid Raya Suada, Mamuju, Minggu (28/6/2026) malam. Sebanyak 116 peserta dari enam kabupaten akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp220 juta dalam ajang yang berlangsung hingga 2 Juli 2026.
Meski digelar di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemprov Sulbar memastikan pelaksanaan MTQ tetap berjalan optimal dengan mengutamakan substansi kegiatan.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Junda Maulana, mengatakan penyelenggaraan MTQ merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
“Kami sepakat kegiatan tetap dilaksanakan, tetapi dengan cara meminimalisir dan mengurangi komponen yang tidak terlalu urgen. Kita fokus pada substansi. Alhamdulillah, pembukaan ini tidak kalah meriah dengan kegiatan sebelumnya,” kata Junda.
Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi upaya meningkatkan literasi Al-Qur’an masyarakat Sulbar yang saat ini masih berada di kisaran 66 persen.
“Ini yang ingin kita tingkatkan. Hal ini sejalan dengan salah satu poin Pancadaya ketiga Sulbar, yakni membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter,” ujarnya.
Junda juga meminta para peserta menampilkan kemampuan terbaik, sementara Dewan Hakim dan panitera diharapkan menjaga objektivitas dalam penilaian sehingga mampu menghasilkan wakil Sulbar terbaik untuk MTQ tingkat nasional.
Wakil Ketua I DPRD Sulbar, Sitti Suraidah Suhardi, mengapresiasi keputusan Pemprov yang tetap menggelar MTQ meski kondisi fiskal daerah sedang terbatas.
“Pemprov Sulbar masih memikirkan MTQ untuk dilaksanakan, padahal hanya ada beberapa provinsi yang tetap menggelarnya dalam kondisi seperti ini. Kami sangat mengapresiasi karena membangun daerah bukan hanya soal fisik, tetapi juga mental spiritual,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sulbar, Murdanil, menjelaskan MTQ XI awalnya direncanakan berlangsung di Kabupaten Mamasa. Namun, setelah adanya kebijakan refocusing anggaran dana transfer dari pemerintah pusat, Pemprov memutuskan memusatkan pelaksanaan di Mamuju agar agenda dua tahunan tersebut tetap terlaksana.
Ia menambahkan, anggaran penyelenggaraan digunakan secara efisien untuk membiayai kebutuhan utama, seperti honorarium dewan hakim dan panitera, hadiah pemenang, serta seremoni pembukaan dan penutupan.
Pada MTQ XI tahun ini, panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp220 juta yang akan diperebutkan para peserta di 11 cabang perlombaan. Juara I akan menerima hadiah Rp5 juta, Juara II sebesar Rp3 juta, dan Juara III sebesar Rp1 juta sesuai kategori yang diperlombakan.
Perlombaan dipusatkan di tiga lokasi, yakni Masjid Raya Suada untuk cabang Tilawah, Masjid Jami Muttahida untuk cabang Tahfiz, dan Aula Kantor Kementerian Agama untuk cabang Kaligrafi.
Melalui penyelenggaraan MTQ XI, Pemprov Sulbar berharap lahir qari, qariah, hafiz, hafizah, dan seniman Al-Qur’an terbaik yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Barat di tingkat nasional. (ajs)







