Padi Genjah 77 Hari Dipanen, Sulbar Dorong Kemandirian Benih

oleh

Polman, Mesakada.com — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Sulbar mulai mendorong pengembangan varietas padi berumur genjah, sebagai salah satu strategi meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.

Langkah tersebut dilakukan UPTD Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) DTPHP Sulbar melalui panen calon benih padi inbrida di Lahan Perbenihan BBI Lantora, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (12/8/2026).

Salah satu varietas yang dikembangkan adalah BK Situbondo 01 Agritan, varietas yang relatif baru dikembangkan di Sulawesi Barat. Padi tersebut memiliki keunggulan umur panen yang relatif singkat, yakni sekitar 77 hingga 90 hari setelah tanam (HST), dengan potensi hasil mencapai 9 ton per hektare.

Pengembangan padi genjah dinilai penting karena memungkinkan petani mengatur pola tanam dengan lebih fleksibel, sekaligus menjadi salah satu pilihan dalam menghadapi perubahan kondisi iklim dan kebutuhan peningkatan produksi pangan.

Kepala Dinas TPHP Sulbar Hamdani Hamdi mengatakan pengembangan calon benih tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian dari sisi produktivitas dan ketersediaan benih.

“Pengembangan benih padi varietas genjah seperti BK Situbondo 01 Agritan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kemandirian pangan Sulawesi Barat,” ujar Hamdani.

Menurutnya, ketersediaan benih bermutu menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan produksi pertanian. Karena itu, pengembangan benih dilakukan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga sebagai investasi terhadap keberlanjutan produksi pangan di Sulbar.

Sementara itu, Kepala UPTD BBTPH Nasaruddin mengatakan produksi calon benih tetap dilakukan meski lahan perbenihan menghadapi kondisi kemarau yang cukup ekstrem.

“Di tengah kondisi kemarau yang cukup ekstrem, kami tetap berupaya memproduksi benih padi inbrida yang bermutu. Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap pemerintah dalam menjaga kemandirian dan ketahanan pangan, sekaligus memastikan petani mendapatkan benih yang berkualitas,” kata Nasaruddin.

Namun, hasil panen tersebut belum langsung dapat disalurkan kepada petani. Gabah calon benih masih harus melalui sejumlah tahapan untuk memastikan kualitas dan mutunya.

Tahapan tersebut meliputi penjemuran, proses dormansi, penyortiran, hingga pengujian laboratorium. Setelah seluruh proses tersebut terpenuhi, benih baru dapat dinyatakan layak untuk disalurkan.

Nasaruddin mengatakan pihaknya juga akan melanjutkan panen calon benih dari sejumlah varietas lain dalam beberapa hari ke depan.

“Beberapa hari ke depan, kami juga akan melanjutkan panen calon benih dari beberapa varietas lainnya, yakni Inpari 32, Inpari 9, Mekongga, dan Nutrizinc,” ujarnya.

Pengembangan varietas genjah seperti BK Situbondo 01 Agritan diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi petani Sulbar. Dengan umur panen yang lebih singkat dan potensi hasil tinggi, varietas tersebut berpeluang mendukung peningkatan indeks pertanaman sekaligus memperkuat ketersediaan pangan daerah. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.