Mamuju, Mesakada.com – Owner skincare di Mamuju, Rasnah dilaporkan ke Polda Sulbar terkait dugaan penggelapan dana berkedok arisan. Salah satu korban, Sirhana Ahmad, mengaku uangnya sebanyak Rp 96,5 juta raib dalam dua bulan.
Sirhana mengatakan, awalnya pada Juli 2026, Rasnah menawarkan kepadanya untuk membeli arisan milik salah satu anggota. Saat itu, Rasnah menyampaikan kepada dirinya bahwa ada anggota arisan yang membutuhkan dana dan arisannya akan jatuh tempo pada bulan berikutnya.
“Dia tawari saya untuk beli arisan anggotanya. Dia ini ketua arisan. Katanya ada anggotanya yang butuh dana, bulan depan arisannya sudah jatuh. Saya tanya berapa nominalnya, dia bilang Rp80 juta, get-nya bulan depan Rp110 juta,” kata Sirhana, Rabu (23/9/2026).
Sirhana kemudian mentransfer Rp80 juta kepada Rasnah pada 26 Juli 2026. Tidak lama berselang, pada 4 Agustus 2026, Rasnah kembali menawarkan arisan kepada Sirhana.
Kali ini, Sirhana diminta menyerahkan Rp7,5 juta dengan imbal hasil atau get sebesar Rp10 juta. Kemudian pada 11 Agustus 2026, kembali ada tawaran senilai Rp9 juta dengan get Rp15 juta.
“Dia bilang jangan miki takut beb saya bertanggung jawab, tidak mungkin mau kukasih salah salah atau kubohongiki. Begitu pernyataan ke saya,” ungkap sirhana.
Sirhana mengaku dirinya baru berkenalan dengan Rasnah pada tahun ini. Meski baru mengenal, namun dirinya percaya kepada Rasnah karena sudah sering berkomunikasi cukup baik terkait persoalan bisnis. Rasnah diketahui menggunakan jasa travel umroh dari Sirhana untuk memberangkatkan member skincare-nya yang mendapat reward.
Menurut Sirhana, Rasnah menjalankan arisan dengan sejumlah kelompok. Nominal arisan yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp10 juta, Rp15 juta hingga ratusan juta rupiah.
Masalah mulai muncul ketika dana arisan Rp80 juta Get Rp110 juta yang dijanjikan jatuh tempo pada Agustus 2026 tidak kunjung dibayarkan. Sirhana mengaku telah mengingatkan Rasnah pada 23 Agustus bahwa pembayaran akan jatuh tempo pada 25 Agustus.
“Dia bilang minta maaf, nanti saya telepon. Tidak lama ada chat masuk, dia minta maaf kalau lagi kolaps, banyak anggotanya tidak membayar,” katanya.
Sirhana kemudian mendapat penjelasan Rasnah bahwa kondisi tersebut turut berdampak terhadap usaha skincare-nya. Namun, Sirhana menegaskan dirinya tidak ingin mengetahui persoalan usaha tersebut dan meminta agar kesepakatan pembayaran arisan tetap dipenuhi.
Dalam komunikasi berikutnya, Rasnah juga meminta bantuan Sirhana untuk memfasilitasi pembicaraan dengan keluarga Sirhana terkait usaha perjalanan umroh yang dikelola keluarganya. Rasnah ingin menarik dana umroh yang terlanjur sudah dibayarkan untuk pembayaran arisan tersebut.
Namun, upaya tersebut tidak serta-merta menyelesaikan persoalan karena terdapat prosedur yang harus dilalui. Termasuk berkaitan dengan jadwal keberangkatan jemaah pada 28 September 2026.
Sirhana pun akhrinya mendapat pengakuan dari Rasnah bahwa arisan yang ditawarkan tersebut sebenarnya tidak ada. Dana yang diterima Rasnah digunakan untuk kepentingan pribadi dan diputar dalam bisnis skincare.
“Dia telepon saya kalau arisan itu tidak ada sebenarnya. Yang pakai dana itu dia pribadi. Mengamuklah saya, berarti sejak awal memang ada di otaknya untuk menipu orang, gelapkan uang orang,” ujarnya.
Beberapa jam setelah komunikasi tersebut, Rasnah disebut membuat klarifikasi di akun FB miliknya. Dalam klarifikasinya, Rasnah mengakui menggunakan dana dari orang-orang yang tertarik dengan jual beli arisan untuk diputar dalam bisnis skincare. Namun, usaha tersebut disebut tidak berjalan sesuai harapan sehingga terjadi persoalan pembayaran.
Atas persoalan tersebut, Sirhana melaporkan Rasnah ke Polda Sulbar pada 16 September 2026, usai pulang dari umroh. Ia berharap laporan tersebut dapat diproses sesuai ketentuan hukum.
Sirhana juga mengaku bukan satu-satunya pihak yang merasa dirugikan. Ia menyebut terdapat korban lain dengan nilai kerugian yang disebut lebih besar. Namun, sejumlah korban disebut memilih menunggu janji pembayaran dari Rasnah hingga Desember 2026.
“Banyak korbannya, lebih banyak dari saya. Cuma saya bertanya kenapa tidak laporkan ke polisi. Tapi katanya mau dia bayar bulan 12. Ya semoga dia bayarkan,” katanya. (*)





