Mamuju, Mesakada.com — Ibu kota Provinsi Sulbar, Mamuju, bersiap menjadi pusat perhatian pecinta wastra nusantara. Kolaborasi antara Malaqbi Institute dan label fesyen etnik ternama, Oerip Indonesia, dipastikan akan memeriahkan Festival Tenun Sulawesi Barat yang digelar pada 17–19 April 2026.
Kehadiran Oerip Indonesia di bumi Manakarra menjadi bagian dari upaya strategis untuk mengangkat kembali nilai dan martabat tenun khas Sulawesi Barat ke panggung yang lebih luas. Inisiatif ini juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya di daerah.
Founder Malaqbi Institute, Abdi Latief, menegaskan bahwa tenun bukan sekadar produk tekstil, melainkan bagian dari identitas dan sejarah masyarakat.
“Tenun bukan sekadar kain, tapi narasi sejarah yang harus terus hidup. Kegiatan ini adalah upaya untuk merayakan identitas,” ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, festival akan diramaikan dengan berbagai agenda, mulai dari pameran karya tenun unggulan, workshop kreatif, hingga diskusi mengenai potensi industri wastra dalam mendukung ekonomi hijau dan biru di Sulbar.
Festival ini juga akan menghadirkan Dian Errakumalasari, sosok di balik Oerip Indonesia. Kehadirannya diharapkan mampu menginspirasi para pengrajin lokal dan pelaku industri kreatif di Mamuju untuk mengembangkan kain tradisional menjadi produk bernilai tinggi dan berdaya saing global, tanpa meninggalkan akar budaya.
Selain itu, masyarakat akan disuguhkan kekayaan motif khas daerah seperti Sekomandi, Sambu Mamasa, dan Sa’be Mandar, hingga keunikan kain kulit kayu dari Pasangkayu.
Seluruh karya tersebut akan ditampilkan dalam satu ruang kreatif yang inklusif, sebagai bentuk perayaan warisan budaya Sulbar. (*).







