Menurutnya, nilai tersebut juga tercermin pada sosok Fatmawati yang selama puluhan tahun menjadi pasangan sekaligus teman hidup almarhum.
“Integritas tersebut tidak lepas dari sosok Fatmawati Salim juga. Fatmawati juga menjunjung integritas sebagaimana yang dicontohkan almarhum,” ujarnya.
Bagi NasDem, hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan figur yang dinilai layak melanjutkan posisi wakil gubernur dan mendampingi Suhardi Duka.
Ratih mengatakan Fatmawati bukan orang yang awam terhadap politik. Selama mendampingi Salim S. Mengga, berbagai dinamika politik dan pemerintahan juga menjadi bagian dari kehidupannya.
“Fatmawati juga bukan hanya istri untuk almarhum, beliau juga menjadi teman hidup. Artinya kalau teman hidup, segala sesuatu diceritakan, termasuk semua hal yang terkait dengan politik,” jelasnya.
NasDem juga menilai pengalaman tersebut membuat Fatmawati memiliki pemahaman terhadap pandangan dan prinsip politik yang selama ini dibangun Salim S. Mengga.
Karena itu, Ratih menegaskan, faktor integritas menjadi nilai penting bagi NasDem dalam mengusung Fatmawati, di tengah kebutuhan untuk memastikan pemerintahan Sulbar tetap berjalan dengan nilai kejujuran dan keadilan.
“Ini yang bagi kita menjadi nilai yang pantas bagi kita untuk mengusung calon wakil gubernur Sulbar,” tegas Ratih.
Selain faktor integritas, NasDem juga melihat tingginya respons masyarakat yang menghendaki Fatmawati mendampingi SDK. Namun, bagi NasDem, pengalaman dan rekam jejak dalam menjaga nilai-nilai yang diwariskan Salim S. Mengga menjadi pertimbangan mendasar.
Ratih menambahkan, NasDem juga konsisten dengan keputusan politik yang telah dibangun sejak Pilgub Sulbar 2024, ketika partai tersebut mengusung Salim S. Mengga sebagai pasangan Suhardi Duka.
“Sehingga terlahirlah Koalisi Sulbar Maju dan Sejahtera dan kami konsisten di jalur tersebut,” pungkasnya. (*)






