Mamuju, Mesakada.com — Istri Almarhum Salim S Mengga, Fatmawati Salim menegaskan keputusan menerima rekomendasi Partai NasDem sebagai calon Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) merupakan bagian dari upaya menjaga konsistensi perjuangan politik yang telah dibangun Bersama almarhum suaminya.
Fatmawati mengatakan, dirinya menerima mandat dari NasDem setelah melihat adanya kesamaan nilai perjuangan antara partai tersebut dengan apa yang selama ini diperjuangkan almarhum.
“Kami melihat ketulusannya, kami melihat selama ini apa yang selama ini diperjuangkan almarhum itu kami dapatkan juga yang ada di Partai NasDem,” kata Fatmawati, dalam konferensi pers DPW NasDem Sulbar, di Mamuju, Minggu (23/8/2026).
Ia menyebut, rekomendasi tersebut merupakan bentuk konsistensi NasDem terhadap keputusan politik yang sebelumnya telah diberikan kepada almarhum Salim S. Mengga sebagai calon Wakil Gubernur Sulbar.
Fatmawati menerima rekomendasi dari Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pada Kamis 20 Agustus 2026, di Jakarta. Proses tersebut berlangsung relatif singkat, hanya sekitar dua hari.
“Kami menerima mandat rekomendasi dari Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Kami menerimanya pada Kamis 20 Agustus dengan waktu yang sangat singkat, hanya dua hari berlangsung,” ujarnya.
Menurut Fatmawati, keputusan NasDem mengusung dirinya sebagai calon pengganti antar waktu menunjukkan konsistensi partai dalam menjaga amanah yang sebelumnya diberikan kepada almarhum.
“Insya Allah kami akan jaga rekomendasi sebagai pengganti calon wakil gubernur yang mana telah diberikan kepada almarhum. Ini merupakan satu konsistensi dari NasDem,” tegasnya.
Karena itu, Fatmawati menyampaikan terima kasih kepada Partai NasDem atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen menjaga marwah dan amanah partai tersebut.
“Saya akan menjaga marwah dan amanah dari NasDem,” katanya.
Fatmawati mengakui dirinya memang tidak pernah terjun langsung dalam politik praktis. Namun, selama 20 tahun mendampingi Salim S. Mengga, ia mengaku mengikuti perjalanan politik dan perjuangan almarhum.
“Saya memang tidak pernah berpolitik secara langsung, tapi saya selama 20 tahun mendampingi Bapak. Jadi saya mengikuti perjuangan almarhum,” pungkasnya. (*)





