Jakarta, Mesakada.com — Kementerian Transmigrasi membuka potensi memanfaatkan hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi untuk tambang batu bara hingga logam tanah jarang (LTJ).
“Dari hasil penelitian 2 ribu peneliti kemarin, ada juga terkait dengan tambang seperti batu bara. Kalau di Mamuju (Sulawesi Barat) itu ada LTJ (logam tanah jarang). Itu juga kami potensikan,” kata Menteri Transmigrasi (Mentrans), M Iftitah Sulaiman Suryanagara, dilansir Antara, kemarin.
Pernyataan tersebut ia sampaikan setelah penandatanganan kesepakatan dengan SKK Migas untuk mengembangkan potensi 13 sumur baru minyak dan gas bumi (migas) di kawasan Transmigrasi Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).
Iftitah menganggap potensi besar logam tanah jarang (LTJ) di Mamuju, sebagai salah satu sektor strategis yang dapat dikembangkan untuk mendorong pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi.
Ia menambahkan, pemanfaatan HPL transmigrasi tidak hanya difokuskan pada sektor pertanian, tetapi juga membuka peluang pada sektor pertambangan, termasuk LTJ yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan peran penting dalam industri teknologi modern.
Menurut Iftitah, pengembangan potensi LTJ di Mamuju menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal.
“Transmigrasi itu tidak selalu identik dengan pangan. Kita ingin menciptakan produktivitas dan lapangan kerja, sehingga masyarakat yang berpindah bisa betah karena ada aktivitas ekonomi yang jelas,” jelasnya.
Saat ini, pemerintah mengelola sekitar 3,2 juta hektare lahan HPL transmigrasi yang akan dikembangkan sesuai potensi masing-masing daerah.
Iftitah menyebut, langkah ini menjadi bagian dari transformasi kebijakan transmigrasi agar tidak sekadar memindahkan penduduk, tetapi juga menghadirkan kawasan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan. (*)







