Mamuju, Mesakada.com – Durian montong dari Dusun Rumbi Apo, Desa Pammulukang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, telah dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan, sebagian distribusi berlanjut hingga ke China melalui jaringan pasar di Palu.
Namun, potensi komoditas tersebut dinilai belum banyak terekspos. Selain menghadapi penurunan produksi akibat faktor cuaca, petani juga masih berhadapan dengan persoalan infrastruktur jalan yang belum memadai.
Petani durian montong, Muhammad Saleh mengatakan, durian dari wilayahnya memiliki kualitas yang tidak kalah dibandingkan durian dari daerah lain. Selama ini, ia memilih membudidayakan durian montong karena sudah mengetahui jalur pemasaran dan permintaan pasarnya.
“Untuk Sulbar memang terkenal di sini durian montong, kualitasnya tidak kalah di Dusun Rumbi Apo, Desa Pammulukang. Tapi belum terekspos,” kata Saleh, Sabtu (10/10/2026).
Ia menjelaskan, hasil panen dari kebunnya dipasarkan ke Palu. Dari sana, buah kemudian didistribusikan ke sejumlah daerah lain, termasuk Surabaya, Bogor dan Jakarta. Sebagian produk bahkan dikirim ke China melalui jalur distribusi yang terhubung dengan pasar di Palu.
“Saya antar dulu ke teman di Palu, nanti di Palu didrop ke daerah lain lagi. Kadang dikirim buahnya, kadang juga sudah diolah. Tapi diolah di Palu,” ujarnya.
Pada pekan ini, Saleh mengirim sekitar 12 ton durian. Di tingkat petani, harga durian montong berkisar Rp25 ribu per buah.
Untuk menghasilkan durian montong berkualitas, menurut Saleh, perawatannya membutuhkan perhatian lebih dibandingkan perawatan biasa. Petani menggunakan pupuk seperti Mutiara atau Mahkota yang relatif mudah diperoleh karena termasuk pupuk nonsubsidi.
Meski memiliki pasar dan kualitas yang dinilai mampu bersaing, kondisi infrastruktur jalan masih menjadi tantangan bagi petani dalam mengembangkan usaha dan mendistribusikan hasil panen.
Saleh berharap potensi durian montong dari Pammulukang semakin dikenal luas. Dengan akses jalan yang lebih memadai dan promosi yang lebih baik, komoditas tersebut diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi petani lokal. (*)







