Kodim 1418 Mamuju Ungkap Biaya Jembatan Garuda, Mulai Rp 330 Juta

oleh
Dandim 1418/Mamuju, Kolonel Inf. Andang

Mamuju, Mesakada.com — Kodim 1418/Mamuju mengungkap biaya pembangunan satu Jembatan Garuda berkisar Rp 330 juta satu jembatan. Anggaran itu khusus jembatan dengan panjang di bawah 50 meter. Anggaran tersebut disebut dapat ditekan karena pembangunan dilakukan dengan mengacu pada standar teknis TNI Angkatan Darat.

Dandim 1418/Mamuju Kolonel Inf. Andang Radianto mengatakan, biaya pembangunan jembatan disesuaikan dengan panjang bentang. Untuk jembatan dengan bentang di bawah 50 meter, anggarannya sekitar Rp330 juta untuk satu jembatan, di luar pajak.

“Untuk anggaran tergantung bentang. Kalau bentang jembatan kurang lebih, bentang di bawah 50 meter itu hanya sekitar Rp330 juta,” kata Kolonel Inf Andang, Kamis (13/8/2026).

Ia menegaskan, angka tersebut merupakan kebutuhan untuk pembangunan satu unit jembatan, bukan keseluruhan 11 jembatan yang saat ini telah dibangun Kodim 1418/Mamuju.

“Enggak, satu jembatan,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan standar teknis dari TNI Angkatan Darat menjadi salah satu alasan pembangunan dapat dilakukan dengan anggaran yang relatif efisien.

Ia menyebut TNI AD memiliki standar teknis yang menjadi acuan dalam pembangunan konstruksi, sehingga pengerjaan tidak dilakukan tanpa perhitungan teknis.

“Memang karena untuk melaksanakan efisiensi dan terstandarisasi. Kami ini memiliki standarisasi handbook atau standar dari Pusat Zeni Angkatan Darat. Zeni Angkatan Darat itu teknik sipilnya di Angkatan Darat,” jelasnya.

Andang membandingkan efisiensi tersebut dengan pembangunan melalui mekanisme kontraktual. Menurutnya, pola pembangunan yang dilakukan TNI dapat menekan biaya dengan tetap menggunakan standar teknis yang telah ditetapkan.

“Itu jauh lebih efisien dibandingkan kalau memang dikontrak,” katanya.

Saat ini, Kodim 1418/Mamuju telah membangun 11 jembatan di wilayah Kabupaten Mamuju. Namun, total kebutuhan anggaran untuk 11 jembatan tersebut tidak dapat dihitung dengan mengalikan Rp330 juta secara langsung karena setiap jembatan memiliki karakteristik dan bentang yang berbeda serta pembangunan dilakukan secara bertahap.

“11 jembatan, macam-macam. Karena memang turunnya per tahap,” ujar Andang.

Pembangunan tersebut saat ini telah memasuki tahap keenam dan akan dilanjutkan ke tahap ketujuh setelah ketersediaan anggaran.

“Ini sudah tahap 6, kita akan jalan tahap 7,” katanya.

Ketika ditanya mengenai waktu pelaksanaan tahap ketujuh, Andang mengatakan pihaknya masih menunggu ketersediaan anggaran.

“Nunggu anggaran,” pungkasnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.