Mamuju, Meskada.com – Ketua DPD Demokrat Sulbar, Suhardi Duka (SDK) yang juga gubernur Sulbar, terang-terangan mengakui akan ikut cawe-cawe atau ikut terlibat dalam proses penentuan calon Wakil Gubernur Sulbar. Sebagai ketua Demokrat Sulbar, banyak pihak meyakini SDK bakal condong ke kadernya sendiri yakni Syamsul Samad.
SDK menegaskan, masyarakat mesti bisa membedakan dirinya sebagai gubernur dan ketua partai. Sebagai pimpinan partai, ia mengakui memiliki kepentingan politik untuk mendorong calon yang sesuai dengan kepentingan partainya dalam koalisi.
“Saya harus cawe-cawe karena saya ketua partai,” kata SDK, Minggu (9/8/2026).
Menurutnya, posisi sebagai ketua partai dan gubernur memiliki konsekuensi yang berbeda. Ketika menjalankan tugas pemerintahan, SDK menegaskan dirinya harus bersikap netral. Namun dalam kapasitas sebagai pimpinan partai, ia memiliki ruang untuk memperjuangkan kepentingan politik partainya.
“Saat saya sebagai ketua partai saya memiliki kepentingan. Saat saya sebagai gubernur saya harus berlaku netral. Jadi dua posisi itu harus dibedakan,” tegasnya.
SDK menyebut koalisi tiga partai pengusung belum menggelar pembahasan resmi mengenai dua nama yang nantinya akan disodorkan dalam proses pemilihan melalui DPRD Sulbar.
Pembahasan tersebut, kata dia, baru akan dilakukan setelah rangkaian agenda peringatan HUT Kemerdekaan RI selesai. Koalisi nantinya diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan dua nama yang akan diajukan sesuai mekanisme pengisian jabatan Wakil Gubernur.
Namun, proses tersebut berpotensi tidak mudah. SDK mengakui kesepakatan akan sulit dicapai apabila masing-masing partai dalam koalisi tetap mempertahankan kandidat yang mereka usung.
“Semoga kita bisa mengambil kesimpulan dua calon yang kita dorong. Tapi kalau masing-masing partai mempertahankan satu calonnya, ya susah juga itu,” ujarnya.
Saat ini, dua nama yang mengemuka dalam bursa calon Wagub Sulbar adalah kader Demokrat Syamsul Samad dan kader NasDem Dirga Singkarru.
Terkait peluang kader Demokrat, SDK menyinggung komposisi kekuatan politik dalam koalisi tiga partai. Menurutnya, Demokrat memiliki kekuatan politik yang lebih besar dibandingkan dua partai koalisi lainnya.
“Kalau kita melihat komposisi kekuatan partai di tiga koalisi itu, tentu Demokrat punya kekuatan yang lebih besar dibanding yang dua lainnya,” pungkasnya. (*)







