Kapolda Sulbar Tegas Tindak Peredaran Narkoba, Utamakan Rehabilitasi Anak

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta secara resmi membuka kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpra) Antik Marano 2026 di Aula Marannu Mapolda Sulbar, Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini digelar guna menyatukan langkah dan strategi menekan peredaran gelap serta penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya lainnya demi mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Kegiatan ini dihadiri para Pejabat Utama Polda, Kabag Ops, Kasat Narkoba jajaran, serta seluruh personel yang akan dilibatkan dalam operasi. Dalam arahannya, Kapolda menyoroti data yang menunjukkan peningkatan kasus narkoba dari 263 kasus pada tahun 2024 menjadi 278 kasus pada tahun 2025 atau naik 5,7%.

Sementara tingkat penyelesaian kasus juga meningkat dari 123 menjadi 126 kasus atau naik 2,43%. Fakta lainnya, Sulbar tidak hanya menjadi wilayah konsumsi, melainkan juga terindikasi sebagai lokasi produksi dan penyimpanan.

Peredaran narkoba masuk melalui berbagai jalur mulai dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, hingga Kalimantan lewat jalur darat dan laut, termasuk pemanfaatan pulau-pulau kecil sebagai titik penurunan barang.

Tak hanya itu, juga ditemukan praktik memanfaatkan anak di bawah umur sebagai kurir menjadi perhatian serius. Kapolda memerintahkan penyusunan SOP penanganan khusus, paket pendampingan, rehabilitasi, dan perlindungan yang melibatkan Unit Perlindungan Anak serta instansi terkait.

“Jangan hanya membebaskan, tetapi pastikan ada penanganan yang melindungi masa depan mereka,” tegas Kapolda.

Terkait indikasi aliran narkoba yang dikendalikan bahkan dari dalam lembaga pemasyarakatan. Operasi ini akan diperkuat dengan kerja sama intensif bersama pihak Lapas untuk menutup celah tersebut.

Selama operasi berlangsung, Kapolda berharap pengawasan internal diperketat. Anggota yang terlibat atau melindungi peredaran narkoba akan diproses tegas hingga penjatuhan hukuman maksimal. “Jaga nama baik institusi, tinggalkan sikap arogan, dan bertindaklah profesional,” tutup Kapolda.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi teknis guna memastikan seluruh personel memahami tugas, wewenang, dan langkah kerja yang efektif, efisien, serta tetap berpegang pada aturan hukum dan aspek kemanusiaan. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.