Mamuju, Mesakada.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sulbar memastikan hingga kini belum menemukan indikasi penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sulbar di tengah kelangkaan, dan antrean BBM yang terjadi di sejumlah daerah.
Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM, termasuk memantau kondisi stok di setiap SPBU. Masyarakat juga diminta segera melapor jika menemukan dugaan penimbunan BBM.
“Kita terus mengimbau apabila ada pihak yang lihat atau dengar ada dugaan penimbunan BBM, tolong laporkan kepada kami. Kami ada jaringan 110 yang siap bisa dihubungi,” kata Irjen Pol Adi Deriyan, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, sampai saat ini belum ditemukan adanya indikasi penimbunan BBM. Meski demikian, pengawasan terhadap SPBU tetap dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.
“Sejauh ini belum ada ditemukan indikasi penimbunan BBM,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kepolisian juga berupaya mengantisipasi kekurangan stok di SPBU. Jika persediaan BBM diperkirakan hanya cukup untuk satu hari, personel akan melakukan pendekatan intelijen dan berkomunikasi dengan pihak SPBU agar segera mengajukan pengiriman tambahan BBM.
“SPBU harus tetap diawasi dan dikontrol oleh kami. Kalau cadangan BBM kurang, misal sisa satu hari kapasitasnya, kami berusaha melalui anggota yang ada, dengan pendekatan intelijen, berkomunikasi dengan SPBU agar minta dikirimkan lagi BBM,” jelasnya.
Di tengah antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah titik, Polda Sulbar juga menyiagakan pos keamanan yang bersifat mobile. Personel ditempatkan untuk mengantisipasi gangguan keamanan sekaligus mengatur arus kendaraan agar antrean BBM tidak menyebabkan kemacetan.
“Makanya kita telah mendirikan pos keamanan yang sifatnya mobile. Anggota yang bertugas memastikan tidak ada penutupan jalan, kita atur biar tidak macet,” katanya.
Terkait perkembangan situasi keamanan secara umum, Irjen Pol Adi Deriyan menyebut kondisi di Sulbar masih terkendali. Ia menilai pemahaman masyarakat terhadap hukum turut membantu menjaga situasi tetap kondusif.
“Perkembangan situasi keamanan di wilayah Sulbar alhamdulillah masih di bawah kendali. Terjadi karena tidak lain masyarakat Sulbar, terkait pemahaman terhadap hukum sudah baik. Mungkin ada beberapa hal terjadi tapi bisa dikendalikan dengan baik,” pungkasnya. (*)







