Mamuju, Mesakada.com — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka menerima kunjungan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Sabtu (28/3/2026).
Kunjungan tersebut tak sekadar silaturahmi, tetapi juga membahas strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor Pajak Air Permukaan (PAP). Dalam pertemuan itu, Rudy Mas’ud mengapresiasi langkah Pemprov Sulbar yang dinilai berhasil meningkatkan PAD secara signifikan melalui sektor tersebut.
“Optimalisasi PAP yang dilakukan Sulawesi Barat ini sudah mulai diadopsi oleh beberapa daerah, salah satunya Sumatera Barat,” ujar Rudy.
Sementara itu, Suhardi Duka mengungkapkan, lonjakan PAD dari sektor PAP tidak terlepas dari strategi komunikasi langsung dengan pemilik perusahaan kelapa sawit di tingkat pusat, serta penyesuaian regulasi daerah yang mengacu pada ketentuan Kementerian Pekerjaan Umum.
Ia menyebutkan, sebelumnya PAD dari sektor PAP hanya sekitar Rp300 juta per tahun. Namun setelah dilakukan pembenahan, target pendapatan kini meningkat drastis menjadi sekitar Rp11 miliar per tahun.
“Bayangkan, dari Rp300 juta menjadi Rp11 miliar. Bagi kami di Sulbar, ini sudah sangat besar,” katanya.
Di sisi lain, Rudy Mas’ud menilai potensi PAD dari sektor PAP di Kalimantan Timur masih sangat besar. Saat ini, penerimaan dari sektor tersebut baru mencapai sekitar Rp15 miliar per tahun, meskipun terdapat 112 perusahaan sawit dengan produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 21 juta ton per tahun. Sementara Sulbar hanya memiliki 16 perusahaan dengan produksi sekitar 345 ribu ton per tahun.
Sebagai tindak lanjut, Rudy berencana membawa gagasan optimalisasi PAP ini ke forum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) agar dapat diterapkan secara lebih luas.
“Ini adalah inisiasi dari Sulawesi Barat. Terima kasih atas ilmunya, yang bisa menjadi amal jariyah karena berpotensi diadopsi seluruh provinsi di Indonesia,” pungkasnya. (*)






