Mamuju, Mesakada.com – Kondisi jalan di Desa Pammulukang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, menjadi persoalan serius bagi masyarakat. Kepala Desa (Kades) Pammulukang, Jasmin mengungkapkan, baru-baru ini terdapat tiga korban jiwa yang meninggal dunia akibat kondisi jalan di wilayah tersebut.
“Baru-baru ini ada tiga korban jiwa meninggal dunia karena kondisi jalan di Desa Pammulukang,” kata Jasmin, Sabtu (10/10/2026).
Persoalan akses jalan ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat di desa yang memiliki sekitar 500 kepala keluarga dengan jumlah penduduk kurang lebih 2.047 jiwa tersebut.
Menurut Jamsin, persoalan infrastruktur di Pammulukang bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, bencana longsor juga berdampak pada lima dusun di desa tersebut. Penanganan longsor bahkan membutuhkan waktu cukup panjang, dengan alat berat bekerja di lokasi selama kurang lebih dua bulan.
“Sebelumnya juga pernah terjadi bencana longsor. Ada lima dusun terdampak bahkan alat berat bahkan dua bulan bekerja di sini,” ujar Jasmin.
Kondisi itu menunjukkan beratnya tantangan akses dan pembangunan yang dihadapi masyarakat Pammulukang. Jalan yang sulit dilalui tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berpotensi menyulitkan akses pelayanan serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Persoalan pelayanan dasar lainnya juga masih ditemukan. Jasmin menyebut, terdapat satu sekolah dasar (SD) dan satu sekolah menengah pertama (SMP) di Desa Pammulukang yang hingga kini belum terlayani program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ada satu SD dan satu SMP yang belum bisa terlayani MBG,” ungkapnya.
Jasmin pun berharap perhatian terhadap Pammulukang tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga pemerataan pelayanan dasar. Perbaikan jalan, penanganan wilayah rawan longsor serta pemenuhan kebutuhan pendidikan dan gizi siswa menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah. (*)







