Mamuju, Mesakada.com — Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) menganggap penerapan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sulbar, mesti dievaluasi. Terlebih anggaran negara yang dialokasikan dalam program MBG terbilang fantastis.
“Pertanyaannya apakah (MBG) sudah berjalan dengan harapan Presiden, dengan apa yang ada di kepala Presiden. Saya kira ini juga perlu kita kaji, perlu kita evaluasi pelaksanaannya. Karena tidak sedikit anggaran negara yang teralokasi untuk program MBG,” kata SDK, saat Rapat Pimpinan Semester I, di Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (18/6/2026).
Gubernur juga menganggap jika Badan Gizi Nasional (BGN) di Sulbar tidak pernah berkoordinasi dengan Pemprov Sulbar dengan Pemkab se Sulbar terkait pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo, itu. Sehingga, SDK mengaku tidak tahu sama sekali terkait sejauh mana pelaksanaan MBG di Sulbar.
“Walaupun kita tahu bahwa MBG ini program nasional dan tidak menjadi bagian daripada program daerah, termasuk program pemerintah provinsi dan kabupaten. Dan jujur bahwa mereka (BGN) pelaksanaan MBG tidak pernah koordinasi dengan pemerintah provinsi. Tidak pernah koordinasi apalagi dengan pemerintah kabupaten,” sebut SDK.
Bahkan, kata SDK, Pemprov Sulbar dan Pemkab se Sulbar sudah berusaha untuk mengakomodasi dan memfasilitasi berbagai hal dalam menyukseskan pelaksanaan MBG di Sulbar.
“Kita mempertemukan pusat-pusat produksi, katakanlah beras, telur, peternak ayam, dan lain-lain sebagainya. Kita ingin MoU. Tapi apa kata mereka (BGN)? MoU ada di pusat, bukan MoU di sini. Jadi ini juga menjadi persoalan kita, mungkin ini perlu kita evaluasi. Karena ini adalah ide besar, ide besar yang harus sukses,” beber SDK.
Olehnya, SDK ingin mendengarkan mendengarkan sejauh mana pelaksanaan program strategis nasional saat ini di Sulbar. Termasuk bagaimana manfaatnya terhadap kesejahteraan rakyat Sulbar. Termasuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Polewali dan Mamuju.
“Saya kira kita akan sependapat semua bahwa begitu mulianya pemikiran bapak Presiden, khususnya di dalam membangun Sekolah Rakyat yang menampung orang-orang yang miskin. Karena memang salah satu cara untuk memutus kemiskinan adalah melalui proses pendidikan,” jelas SDK. (ajs)







