Mamuju, Mesakada.com – Ketua DPD GAMKI Sulawesi Barat (Sulbar), Nelwan Jonathan, berharap proses Pergantian Antarwaktu (PAW) Wakil Gubernur (Wagub) Sulbar dapat berlangsung secara transparan, demokratis, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurut Nelwan, kekosongan jabatan Wakil Gubernur Sulbar pasca wafatnya Jenderal Salim Mengga menjadikan proses PAW sebagai agenda strategis untuk menjamin kesinambungan roda pemerintahan daerah. Seiring bergulirnya tahapan PAW, sejumlah nama tokoh politik mulai mencuat sebagai kandidat yang dinilai berpeluang mengisi posisi tersebut.
Meski demikian, Nelwan menegaskan bahwa GAMKI Sulbar tidak akan mencampuri kewenangan partai politik, Gubernur Sulbar, maupun DPRD Sulbar dalam proses pengusulan dan pemilihan Wakil Gubernur melalui mekanisme PAW.
“Kami menghormati seluruh mekanisme yang telah diatur. Harapan kami, proses PAW ini berjalan secara transparan, demokratis, dan sesuai koridor hukum dengan mengedepankan kepentingan kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat,” ujar Nelwan, Jumat (24/7/2026).
Ia juga berharap figur yang nantinya terpilih mampu membangun sinergi yang kuat dengan Gubernur Suhardi Duka agar roda pemerintahan berjalan efektif, stabil, dan tetap fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selain itu, Nelwan mengingatkan agar proses PAW terbebas dari praktik politik uang. Menurutnya, isu mengenai dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang menyiapkan uang untuk memengaruhi proses PAW telah beredar di tengah masyarakat. Karena itu, ia meminta Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan pengawasan secara maksimal guna memastikan seluruh tahapan berlangsung jujur, adil, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap APH melakukan pengawasan secara serius agar proses PAW ini berjalan bersih dan menghasilkan Wakil Gubernur yang benar-benar memiliki kapasitas serta berpihak pada kepentingan masyarakat Sulawesi Barat,” katanya.
Lebih lanjut, Nelwan menilai sosok yang terpilih harus memiliki integritas, kapasitas, kepemimpinan yang kuat, serta kepedulian terhadap kepentingan masyarakat. Figur tersebut juga diharapkan mampu bekerja sama secara harmonis dengan Gubernur dalam menjalankan program-program pembangunan daerah.
Menurutnya, Wakil Gubernur yang terpilih melalui mekanisme PAW juga harus mampu menjaga dan melanjutkan mandat politik yang diberikan masyarakat Sulawesi Barat pada Pilkada 2024 kepada pasangan Suhardi Duka dan almarhum Salim Mengga.
“Bagi GAMKI Sulbar, proses PAW ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kesinambungan pemerintahan, menjaga kepercayaan publik, serta memastikan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan senantiasa berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tutup Nelwan. (*)







