Enam Anak Binaan LPKA Mamuju Dapat Remisi 1 Bulan di Momen HAN 2026

oleh

Mamuju, Mesakada.com – Tangis haru menyelimuti Aula Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Mamuju saat anak binaan membasuh kaki orang tua mereka dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Isak tangis pecah ketika para anak binaan memohon maaf dan memeluk orang tua mereka.

Kegiatan yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi Anak, dan Bangun Masa Depan” itu dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Barat, Said Mahdar, beserta jajaran, pejabat struktural, orang tua anak binaan, dan tamu undangan, Kamis (23/7/2026).

Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia tentang Pemberian Pengurangan Masa Pidana Hari Anak Nasional Tahun 2026 bagi anak binaan.

Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Remisi Hari Anak Nasional secara simbolis oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Barat kepada enam anak binaan yang berhak menerima remisi. Masing-masing memperoleh pengurangan masa pidana selama satu bulan setelah memenuhi persyaratan administratif dan substantif serta menunjukkan perubahan perilaku positif selama mengikuti program pembinaan.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Barat, Said Mahdar, mengatakan pemberian remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, melainkan bentuk penghargaan negara sekaligus motivasi bagi anak binaan untuk terus memperbaiki diri.

“Remisi merupakan hak warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Melalui momentum Hari Anak Nasional ini, diharapkan anak-anak binaan semakin bersemangat mengikuti pembinaan dan mampu menjadi pribadi yang lebih baik, produktif, serta bertanggung jawab,” ujar Said Mahdar.

Menurutnya, pembinaan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pidana, tetapi juga pada pembentukan karakter, peningkatan kedisiplinan, serta persiapan agar mereka dapat kembali diterima di tengah masyarakat.

Suasana paling emosional terjadi saat prosesi pembasuhan kaki orang tua. Satu per satu anak binaan berlutut, membasuh kaki ayah dan ibu mereka sambil menangis dan memohon maaf atas kesalahan yang telah diperbuat. Orang tua yang hadir pun tak kuasa menahan air mata, memeluk anak-anak mereka sebagai bentuk kasih sayang dan pengampunan.

Kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan penuh haru. Momentum Hari Anak Nasional di LPKA Kelas II Mamuju menjadi wujud komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam memenuhi hak-hak anak, menghadirkan pembinaan yang humanis, serta mendorong setiap anak binaan untuk terus belajar, berbenah diri, dan menatap masa depan yang lebih baik sebagai generasi penerus bangsa. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.