Dian Oerip, Desainer Wastra Terkemuka Hadiri Rambu Solo di Mamasa

oleh

Mamasa, Mesakada.com – Dian Oerip, desainer Indonesia yang dikenal konsisten mengangkat dan melestarikan wastra Nusantara, secara langsung menghadiri Upacara Adat Rambu Solo di Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

​Dian Oerip hadir untuk memberikan penghormatan terakhir dalam rangkaian Rambu Solo atas meninggalnya Ibu Petronela Rambu Saratu. Almarhumah adalah ibunda dari Bapak Obetnego Depparinding, mantan Bupati Mamasa periode 2008-2011.

​Sebagai seorang desainer yang mendedikasikan karyanya pada kain tradisional, kehadiran Dian Oerip di Mamasa memiliki makna mendalam.

​”Kehadiran kami di sini adalah wujud penghormatan, bukan hanya kepada Almarhumah dan keluarga besar, tetapi juga kepada kekuatan budaya yang dijaga oleh masyarakat Mamasa,” ujar Dian Oerip.

“Ritual Rambu Solo adalah perayaan kehidupan yang sarat akan simbol, dan kita bisa melihat bagaimana wastra menjadi bagian dari setiap prosesi dan identitas di sini.”

​Ritual Rambu Solo yang berlangsung khidmat diselenggarakan oleh keluarga besar Bapak Obetnego. Upacara tersebut melibatkan berbagai tahapan adat yang kaya, menjadi refleksi kebesaran budaya yang diwariskan turun temurun.

​Dian Oerip menyatakan kekagumannya terhadap kearifan lokal yang mampu mempertahankan tradisi di tengah arus modernisasi, melihat Mamasa sebagai sumber inspirasi tak terbatas, terutama dalam melihat bagaimana masyarakat menghormati leluhur dan menjaga kualitas kerajinan tangan mereka.

Kehadiran sosok desainer tingkat nasional ini diharapkan dapat semakin menarik perhatian publik luas terhadap keindahan budaya Mamasa, sekaligus mendorong upaya pelestarian wastra khas daerah tersebut.

​”Semoga semangat persatuan dan nilai-nilai adat yang tergambar dalam Rambu Solo ini terus menginspirasi kita semua untuk mencintai dan merawat warisan Indonesia,” tutupnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.