Mamuju, Mesakada.com — Pemprov Sulbar menyiapkan pembukaan trayek DAMRI baru untuk menjangkau wilayah terpencil dan daerah yang belum terlayani transportasi umum, menyusul hasil evaluasi sejumlah trayek DAMRI yang telah beroperasi lebih dari lima tahun.
Langkah tersebut mengemuka dalam rapat evaluasi penyelenggaraan angkutan perintis DAMRI yang digelar Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Perhubungan (Perkimtanhub) Sulbar, bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Sulbar, Jumat (30/01/2026)
Kepala Bidang LLAJ Akbar Atjo mengungkapkan, hasil evaluasi menunjukkan sejumlah trayek perintis yang telah berjalan optimal selama lima tahun akan dievaluasi untuk dihentikan, guna memberi ruang bagi pengusulan trayek baru.
“Trayek yang selama ini sudah berjalan dengan baik dan telah beroperasi selama lima tahun akan dievaluasi untuk dihentikan. Selanjutnya, akan diusulkan trayek baru oleh masing-masing kabupaten untuk wilayah terpencil yang belum terlayani angkutan umum,” ujar Akbar.
Menurutnya, prioritas trayek baru akan diarahkan ke daerah yang masih terisolir dan belum memiliki layanan angkutan, sebagai bentuk optimalisasi program angkutan perintis yang berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Dalam rapat tersebut ditegaskan bahwa angkutan perintis DAMRI merupakan layanan publik strategis yang bertujuan membuka keterisolasian wilayah serta menjamin akses mobilitas masyarakat, terutama di daerah yang belum layak dilayani angkutan komersial.
“Hasil evaluasi menunjukkan sebagian trayek perintis masih sangat dibutuhkan masyarakat. Namun, ada juga trayek yang perlu penyesuaian, baik dari sisi frekuensi, jadwal operasional, maupun titik pelayanan agar lebih efektif,” ungkap Akbar.
Sementara itu, trayek yang menunjukkan perkembangan signifikan, ditandai dengan peningkatan jumlah penumpang dan aktivitas ekonomi masyarakat, akan dievaluasi lebih lanjut untuk dialihkan secara bertahap menjadi trayek non-perintis atau komersial, dengan tetap menjamin keberlanjutan pelayanan publik.
Akbar menegaskan, trayek perintis DAMRI bukan berorientasi keuntungan, melainkan instrumen negara dalam menjamin hak mobilitas warga.
“Trayek perintis bukan untuk mencari keuntungan, tetapi untuk melayani daerah terpencil, tertinggal, dan membuka keterisolasian wilayah,” tegasnya.
Rapat evaluasi ini turut dihadiri kepala dinas perhubungan kabupaten se-Sulbar, General Manager DAMRI, serta Kepala BPTD Kelas III Sulawesi Barat. (*)







