Mamuju, Mesakada.com — Bupati Mamuju Sutinah Suhardi menyoroti masih adanya kader Posyandu di sejumlah desa yang menerima honor hanya Rp 100 ribu per bulan. Padahal, dirinya sudah membuat Peraturan Bupati (Perbup) sejak dua tahun lalu soal standar honor minimal Rp 200 ribu.
Kader Posyandu yang dihonor di bawah upah minimum sesuai Perbup Mamuju itu berada di Desa Bambu, Desa Orobatu, Desa Karampuang dan Desa Karataun. Kondisi tersebut dinilai tidak sesuai dengan kebijakan Pemkab Mamuju yang telah menetapkan honor minimal Rp 200 ribu. Bahkan ada kader Posyandu di salah satu desa yang belum menerima honor.
Hal tersebut disampaikan Sutinah saat menghadiri Jambore Kades Posyandu dengan tema Kader Terampil, Posyandu Aktif, Masyarakat Sehat, di Atrium Mall Matos Mamuju, Selasa (1/9/2026). Sutinah mengatakan, jambore tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang mempertemukan seluruh kader Posyandu di Kabupaten Mamuju.
“Masih ada kader-kader kita yang digaji cuma Rp 100 ribu satu bulan, di mana Perbup saya dari dua tahun lalu itu meminta untuk desa agar mereka digaji minimal Rp200 ribu,” kata Sutinah.
Menurutnya, honor Rp 100 ribu per bulan sangat kecil mengingat kader memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Sutinah menjadikan temuan tersebut sebagai catatan bagi Pemkab Mamuju. Ia akan meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menindaklanjuti desa-desa yang belum menerapkan ketentuan honor sesuai Perbup.
Pemkab Mamuju, kata dia, tidak langsung memberikan sanksi kepada desa. Pemerintah akan meminta desa yang belum memenuhi ketentuan tersebut melakukan penyesuaian melalui APBDes perubahan.
“Kita cuma meminta untuk mereka mengganti atau menyelesaikan di APBDes perubahan nanti,” ujarnya.
Sutinah berharap penyesuaian honor tersebut dapat segera dilakukan sehingga seluruh kader Posyandu di Kabupaten Mamuju memperoleh honor minimal Rp 200 ribu per bulan sesuai kebijakan pemerintah daerah.
Selain itu, Sutinah juga memberikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang sudah mengabdi puluhan tahun. Apresiasi itu diberikan sebagai bentuk dukungan dan terima kasih telah menjadi garda terdepan dalam menjaga tumbuh kembang balita di Mamuju. (*)







