Mamuju, Mesakada.com — Tingkat kunjungan masyarakat ke Posyandu di Kabupaten Mamuju masih menjadi perhatian. Bupati Mamuju Sutinah Suhardi mengungkapkan, masih terdapat Posyandu yang mencatat tingkat kunjungan di bawah 50 persen.
Hal tersebut diungkapkan Sutinah saat menghadiri Jambore Kades Posyandu dengan tema Kader Terampil, Posyandu Aktif, Masyarakat Sehat, di Atrium Mall Matos Mamuju, Selasa (1/9/2026). Menurut Sutinah, capaian kunjungan Posyandu masih sangat beragam.
Ada Posyandu yang mampu mencatat kunjungan hingga 100 persen, namun di sisi lain terdapat Posyandu dengan tingkat kunjungan yang masih rendah. Ironisnya, tingkat kunjungan di bawah 50 persen tersebut justru banyak ditemukan di wilayah perkotaan.
“Iya, jadi tadi saya juga mendengar ternyata ada Posyandu yang 100 persen kunjungannya, ada juga di bawah 50 persen, ada cuma sampai 30 persen,” kata Sutinah.
Sutinah menyebut rendahnya kunjungan Posyandu juga perlu menjadi perhatian dalam upaya menekan angka stunting. Kecamatan Mamuju, Simboro dan Kalukku yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi disebut masih menjadi wilayah dengan persoalan stunting yang perlu mendapat perhatian.
“Jadi, mungkin itu salah satu faktor juga kenapa stunting banyak, karena ternyata kunjungan posyandu masih kurang,” bebernya.
Menurutnya, rendahnya kunjungan ke Posyandu dapat menjadi salah satu faktor yang membuat pemantauan kesehatan masyarakat, khususnya anak, belum maksimal. Karena itu, pemerintah akan mendorong lahirnya formula baru agar masyarakat lebih tertarik memanfaatkan layanan Posyandu.
Sutinah menegaskan, fungsi Posyandu saat ini tidak lagi sebatas tempat menimbang berat badan balita. Posyandu telah diarahkan untuk memberikan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup, sehingga pemanfaatannya dapat mencakup masyarakat secara lebih luas.
Konsep tersebut akan terus didorong untuk diterapkan di seluruh Posyandu di Kabupaten Mamuju. Pemerintah juga masih menghadapi persoalan lain, yakni sejumlah Posyandu yang belum memiliki bangunan permanen.
“Walaupun ada juga tadi catatan teman-teman bahwa masih ada beberapa posyandu yang tidak ada bangunannya. Nah, ini menjadi PR kami. Bagaimana desa-desa atau daerah-daerah yang belum ada posyandu permanen, nah itu kita akan mungkin ke depan kita akan bangun,” ungkap Sutinah. (*)





