Mamuju, Mesakada.com – Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, menargetkan pembangunan tujuh Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) baru pada 2027 sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Saat ini baru satu KNMP yang terbangun di Mamuju, yakni KNMP Desa Sumare, Kecamatan Simboro.
Sutinah mengatakan, KNMP di Desa Sumare merupakan program bantuan pemerintah pusat yang diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas nelayan dalam satu kawasan terpadu.
“Kampung Nelayan Merah Putih ini merupakan bagian dari bantuan pemerintah pusat. Kami Pemerintah Kabupaten Mamuju mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat kepada para nelayan. Mudah-mudahan fasilitas ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh nelayan di Sumare,” kata Sutinah, saat menghadiri Festival Nelayan di KNMP Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Sabtu (18/7/2026).
Ia mengungkapkan, selain Desa Sumare, Pemkab Mamuju juga mengusulkan pembangunan KNMP di Desa Bonda, Kecamatan Papalang. Bahkan pada 2027, Pemkab Mamuju menargetkan tujuh kampung nelayan baru dapat dibangun di berbagai wilayah pesisir Mamuju.
Namun demikian, menurut Sutinah, salah satu kendala utama dalam pengembangan program tersebut adalah ketersediaan lahan. Sesuai ketentuan pemerintah pusat, setiap lokasi pembangunan KNMP harus disiapkan oleh pemerintah daerah dengan luas minimal satu hektare.
Sutinah menilai konsep KNMP sangat dibutuhkan karena menghadirkan berbagai fasilitas pendukung usaha perikanan dalam satu lokasi.
“Semua kebutuhan nelayan ada di satu tempat. Terutama adanya cold storage. Meskipun skalanya masih kecil, itu sudah sangat membantu nelayan,” katanya.
Menurutnya, keberadaan fasilitas penyimpanan ikan akan menjadi solusi ketika hasil tangkapan melimpah maupun saat nelayan menghadapi musim paceklik.
“Kalau kampung nelayan seperti ini semakin banyak, persoalan penyimpanan ikan saat musim paceklik maupun ketika hasil tangkapan melimpah bisa lebih teratasi,” lanjutnya.
Selain cold storage, kawasan tersebut juga dilengkapi pabrik es yang dinilai mampu menjaga kualitas hasil tangkapan sebelum dipasarkan. Sutinah juga memastikan pembangunan dermaga di kawasan KNMP akan dirancang dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan.
“Soal dermaganya sudah kami diskusikan. Pembangunannya akan diatur agar tidak merusak kawasan mangrove,” ujarnya.
Ia optimistis keberadaan KNMP akan membantu mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi nelayan, mulai dari penyimpanan hasil tangkapan hingga ketersediaan es, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Mamuju. (*)






