Mamuju, Mesakada.com – Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, melakukan penanaman mangrove di Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-486 Kabupaten Mamuju sekaligus sebagai upaya menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi.
Sutinah mengatakan, penanaman mangrove merupakan langkah nyata untuk memulihkan kawasan pesisir yang mengalami kerusakan atau alih fungsi lahan. Menurutnya, rehabilitasi mangrove menjadi solusi yang lebih berkelanjutan dibanding hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur penahan ombak.
“Tugas kita bagaimana lahan kritis yang belum ditanami mangrove atau sudah difungsikan untuk hal lain bisa ditangani kembali. Ini upaya kita mencegah abrasi, karena membuat tanggul membutuhkan anggaran yang sangat besar. Kita mulai dari hal kecil, yaitu menanam mangrove agar abrasi di pesisir Mamuju tidak semakin parah,” kata Sutinah.
Selain penanaman mangrove, Pemkab Mamuju juga meluncurkan Gerakan Menanam Pohon di seluruh sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Program tersebut menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Setiap sekolah diwajibkan menanam lima pohon.
Jenis pohon yang ditanam meliputi ketapang kencana, pucuk merah, cabai, serta berbagai tanaman pangan yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi para siswa.
Secara keseluruhan, gerakan tersebut dilaksanakan di 572 sekolah dengan total 2.860 pohon yang ditanam.
Pelaksanaan gerakan ini turut mendapat dukungan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Mamuju Sulawesi Barat yang menyediakan 500 bibit pohon. Sementara kebutuhan bibit lainnya diupayakan secara mandiri oleh masing-masing sekolah.
Melalui dua program tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamuju berharap pelestarian lingkungan tidak hanya dilakukan di kawasan pesisir melalui rehabilitasi mangrove, tetapi juga menjadi budaya di lingkungan sekolah dengan melibatkan guru dan siswa dalam kegiatan penghijauan. (*)





