Polewali, Mesakada.com — Bupati Polewali Mandar (Polman), Samsul Mahmud, menanggapi keluhan warga terkait sulitnya memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Kabupaten Polman. Samsul mengklaim pihaknya telah bergerak mencari solusi untuk mengatasi kelangkaan dan antrean panjang BBM yang terjadi di sejumlah SPBU.
Menurutnya, persoalan kelangkaan BBM bersubsidi tidak hanya terjadi di Polman, tetapi juga menjadi persoalan yang dialami sejumlah daerah di Indonesia. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Polman mengambil langkah koordinasi lintas sektor dengan melibatkan sejumlah pihak terkait.
“Hari ini kami menggelar rapat bersama dinas terkait dan juga mengundang pihak TNI-Polisi, serta pengelola SPBU. Kita ingin duduk bersama mencari solusi terbaik yang sesuai dengan kewenangan kita di daerah,” kata Samsul Mahmud kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).
Menurut Samsul, pengawasan dan penanganan persoalan BBM di lapangan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan penyalur BBM. Sinergi tersebut diperlukan agar distribusi BBM dapat berjalan lebih tertib dan tepat sasaran sehingga tidak menimbulkan antrean panjang di SPBU. Namun, untuk langkah jangka pendek, Pemkab Polman baru mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM bersubsidi secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Langkah jangka pendek, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menggunakan BBM secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Semoga melalui rapat evaluasi ini, kita bisa melahirkan formula dan solusi konkret untuk mengurai antrean di SPBU,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter di SPBU 74.913.49 Wonomulyo, Kabupaten Polman. Kondisi ini membuat warga harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM bersubsidi hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sejumlah warga bahkan datang sejak pagi dan terpaksa menghabiskan waktu di tengah panjangnya antrean. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena kebutuhan BBM menjadi tertunda dan aktivitas mereka ikut terganggu.
Salah satu warga, Sopyan mengaku, telah mengantre sejak pukul 07.30 Wita. Ia mengatakan, antrean panjang membuat aktivitasnya tidak berjalan seperti biasa. (ifn/ajs)





