Mamuju, Mesakada.com — Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, kembali turun langsung menemui anak-anak yang menjadi anak asuhnya melalui program Taki Asuh Stunting. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pendampingan terhadap anak sasaran stunting tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi terus berjalan melalui pemantauan kondisi anak dan keluarganya.
Sutinah mendatangi dua lokasi, yakni Kantor Lurah Bebanga dan Desa Tadui, Kecamatan Mamuju. Dalam kunjungan pada Rabu (16/9/2026), sebanyak sembilan anak menjadi sasaran pendampingan, terdiri dari lima anak di Kelurahan Bebanga dan empat anak di Desa Tadui.
Khusus di Desa Tadui, rombongan mendatangi langsung rumah anak asuh yang berada di sekitar wilayah Poltekkes Kemenkes Mamuju.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan Sutinah untuk berdialog dengan orang tua.
Komunikasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan anak, kondisi keluarga, serta kebutuhan yang masih diperlukan selama proses pendampingan. Sejumlah bantuan juga disalurkan kepada anak dan keluarganya.
Namun, bantuan tersebut menjadi bagian dari pendampingan, bukan satu-satunya bentuk intervensi dalam program Taki Asuh Stunting.
Pemkab Mamuju juga mendorong komunikasi berkelanjutan antara orang tua asuh dan keluarga anak. Dengan pola tersebut, perkembangan anak maupun kebutuhan keluarga diharapkan dapat diketahui secara lebih cepat.
Program Taki Asuh Stunting merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Mamuju memperkuat penanganan stunting dengan melibatkan jajaran pemerintahan dan unsur pelayanan masyarakat sebagai orang tua asuh. Dalam skema tersebut, Bupati Sutinah menjadi orang tua asuh bagi 15 anak. Wakil Bupati Mamuju mengasuh 10 anak, sedangkan Sekkab Mamuju menjadi orang tua asuh bagi lima anak.
Keterlibatan tersebut diperluas hingga perangkat daerah dan unsur pelayanan masyarakat. Masing-masing kepala dinas menjadi orang tua asuh bagi dua anak. Sementara sekretaris dinas, kepala bagian, kepala bidang, kepala puskesmas, kepala desa, dan kepala sekolah masing-masing menjadi orang tua asuh bagi satu anak.
Pola pendampingan itu diarahkan agar anak sasaran stunting mendapat perhatian yang lebih dekat. Orang tua asuh tidak hanya diharapkan memberikan bantuan, tetapi juga mengetahui perkembangan anak dan berkomunikasi dengan keluarganya.
Bagi Sutinah, peran sebagai orang tua asuh tidak cukup dilakukan melalui pemberian bantuan. Kehadiran langsung menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi anak yang didampingi.
Karena itu, kunjungan dilakukan dengan menemui langsung anak dan orang tua. Pemerintah ingin memastikan kebutuhan anak dapat diketahui berdasarkan kondisi di lapangan, bukan hanya melalui laporan administratif.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pendampingan keluarga. Sebab, penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi anak, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap lingkungan dan dukungan keluarga.
Melalui Taki Asuh Stunting, Pemerintah Kabupaten Mamuju melibatkan berbagai unsur agar pendampingan dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Kunjungan langsung Bupati menjadi salah satu bentuk pemantauan untuk memastikan program tersebut berjalan hingga ke tingkat keluarga penerima pendampingan. (*)





