Mamuju, Mesakada.com — Bupati Mamuju Sutinah Suhardi membuka Jambore Kader Posyandu Kabupaten Mamuju 2026 di Atrium Mall Matos Mamuju. Kegiatan yang mengusung tema Kader Terampil, Posyandu Aktif, Masyarakat Sehat tersebut diikuti sekitar 168 peserta dan tamu undangan dari 23 puskesmas se-Kabupaten Mamuju.
Sutinah menekankan pentingnya peran kader dalam memastikan pelayanan Posyandu tetap berjalan dan masyarakat rutin datang memeriksakan kesehatan, khususnya anak-anak. Ia mengatakan, capaian kunjungan Posyandu di Mamuju masih sangat beragam. Karena itu, kader diminta terus aktif mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Posyandu.
“Jangan sampai ada ibu-ibu datang ke
Posyandu bawa anaknya mau ditimbang, eh tidak ada kader Posyandu, ya tidak jadi,” kata Sutinah, Selasa (1/9/2026).
Ia juga meminta para kader tetap bersemangat menjalankan tugas meski honor yang diterima saat ini Rp200 ribu per bulan.
“Walaupun honor kalian cuma Rp200 ribu per bulan, yakinlah pahalanya insyaallah untuk kalian semua. Jadi tetap semangat,” ujarnya.
Sutinah berharap jambore tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga meningkatkan kemampuan dan motivasi para kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Di balik kegiatan penimbangan setiap bulan, kata dia, terdapat upaya pencegahan stunting sejak dini. Begitu pula dengan pemberian imunisasi yang menjadi bagian penting dalam melindungi anak-anak dari berbagai penyakit.
“Posyandu memiliki peran yang jauh lebih besar daripada yang terlihat di permukaan. Di balik kegiatan penimbangan setiap bulan ada upaya besar mencegah stunting sejak dini,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Sutinah juga mendorong keterlibatan kader-kader muda dalam kegiatan Posyandu.
Ia menyebut, selama ini perwakilan kader dalam berbagai ajang cenderung didominasi kader senior yang telah puluhan tahun mengabdi.
“Ayo lah yang lima tahun, yang dua tahun, yang masih muda-muda, jangan mau kalah sama yang sudah senior,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Mamuju, Dewi Sundari mengatakan, para kader akan mengikuti sejumlah kegiatan yang dirancang untuk menguji sekaligus mengasah kemampuan mereka. Rangkaian kegiatan meliputi lomba penyuluhan kesehatan, kuis pengetahuan atau ranking 1 seputar kompetensi dasar kader Posyandu, serta unjuk kreativitas antartim.
“Seluruh rangkaian ini kami susun bukan semata sebagai ajang perlombaan, melainkan sebagai sarana pembelajaran bersama agar setiap kader pulang dengan bekal yang lebih baik dari sebelumnya,” kata Dewi.







