Mamuju, Mesakada.com – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulbar menilai ekonomi syariah memiliki potensi besar dikembangkan di Sulbar. Melalui penyelenggaraan Mandarpreneur Syariah (Madrasah) Fair 2026, BI berupaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah sekaligus menjaga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berkelanjutan.
Kepala KPw BI Sulbar, Eka Putra Budi Nugroho, mengatakan Madrasah Fair merupakan bagian dari program Mandarpreneur yang secara khusus difokuskan pada pengembangan ekonomi syariah.
Sementara kegiatan yang lebih umum, yakni Karya Kreatif Ekonomi (KKE), akan digelar pada Agustus mendatang. Menurutnya, pemisahan waktu pelaksanaan kedua kegiatan tersebut dilakukan agar aktivitas ekonomi tidak hanya terpusat dalam satu momentum.
“Tahun lalu kita laksanakan bersamaan pada Agustus, tahun ini dipisahkan agar menjadi event yang mampu menggerakkan roda ekonomi secara berkelanjutan,” kata Eka, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, Sulbar memiliki peluang besar dalam pengembangan ekonomi syariah karena karakter masyarakat yang religius dan memiliki kebiasaan yang selaras dengan prinsip-prinsip syariah.
“Harapannya, dengan semakin dikenalkannya ekonomi dan keuangan syariah, pertumbuhan ekonomi syariah di Sulawesi Barat akan semakin meningkat ke depan,” ujarnya.
Meski demikian, Eka mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam membangun ekosistem ekonomi syariah. Namun, ia menilai gaya hidup masyarakat Sulbar pada dasarnya telah mencerminkan penerapan nilai-nilai ekonomi syariah.
Salah satu kebutuhan yang telah diidentifikasi adalah keberadaan rumah potong hewan halal sebagai bagian dari penguatan ekosistem halal di daerah. Upaya tersebut, kata dia, terus dilakukan bersama pemerintah dan berbagai mitra.
Sebelumnya, BI Sulbar menargetkan nilai transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama penyelenggaraan Madrasah Fair 2026 di Atrium Matos Mamuju mencapai sedikitnya Rp1 miliar. Selain itu, BI juga membidik penyaluran akses pembiayaan bagi UMKM sebesar Rp500 juta melalui kolaborasi dengan sektor perbankan dan lembaga keuangan syariah. (ajs)





